Part 2
Kejadian yang membuat hati Putri hancur tersebut adalah pertengkaran demi pertengkaran orangtua mereka. Selama hidupnya, Putri tidak pernah melihat mamah dan papahnya bertengkar.
Namun, sekarang ia tahu bahwa dua orang dewasa sangat menyebalkan saat bertengkar. Apalagi pertengkaran mereka sampai terdengar ditelinga kami dan dilakukan saat dini hari.
Ohiya, adiknya Putri sekarang masih kelas 3 sd. Masih sangat kecil menurut Putri
Pertengkaran demi pertengkaran terus terjadi. Hingga pada suatu hari sekitar pukul 1 dini hari, ketika pertengkaran dua orang dewasa egois itu sangat jelas terdengar karena menggelegar, Putri membawa kabur adiknya dari rumah itu!
Bayangkan, seorang anak kelas 2 SMP membawa adiknya yang merupakan murid kelas 3 sd keluar rumah pada dini hari. Mau kemanakah mereka? Apakah mereka akan selamat dari kejamnya ibu kota? Entahlah. Yang Putri fikirkan saat itu adalah keluar dari rumah agar tidak mendengar suara-suara menyakitkan itu lagi. Yang Putri fikirkan saat menggandeng tangan adiknya keluar rumah adalah bagaimana agar adiknya tidak menangis lagi. Karena, tangisan adiknya sangat menyayat hari.
Mungkin jika hanya Putri yang berada di rumah itu, ia akan tetap bisa tidur pulas. Namun karena mendengar tangisan adiknya yang frustasi antara sedih, takut dan marah, ia hanya ingin cepat keluar dari rumah itu. Cepat mencari “temapt yang aman” dan lebih menenangkan.
Ketika remaja dan anak lain sedang tidur pulas di tengah-tengah keluarga dnegan pelukan hangat, Putri dan adiknya luntang-landtung di jalanan ibu kota.