My First Blog Post

Be yourself; Everyone else is already taken.

— Oscar Wilde.

Gais, sebenarnya blog ini mau dibuat sistematis tentang perjalanan pribadiku. Siapa tahu suatu hari bisa jadi biografi yang beanfaat untuk orang banyak kan? 🙈 Walaupun ada banyak orang yang memiliki cerita hidup lebih rumit, boleh dong aku mewujudkan salah satu impian itu? Karena aku sangat ingin bermanfaat untuk banyak orang. Tapi untuk sekarang random dulu ya gais. Masih ada sesuaty yang lebih prioritas di quarter crisis of live ini. Terimakasih sudah berkunjung 😊🙏

Malam, Dengarkan Ceritaku

Malam, dengarkan ceritaku..
saat ini waktu sangat cepat berlalu..
pagi tiba-tiba malam, malam ternyata sudah pagi lagi..
senin ketemu jumat, jumat sudah senin lagi..
Malam, aku memiliki banyak orang-orang berharga dihidupku, lingkunganku juga sangat mendukung..
makanku tiga kali sehari.. ditambah jajan dan cemilan..
aku punya tempat untuk tidur setiap malamnya.. tempatnya bersih dan dapat melindungi..
Malam, aku mampu membeli alat-alat kebersihan..
setiap hari badanku segar dan aku memiliki banyak energi lagi..

Malam, apa kabar mereka?
malam, apakah mereka yang tidur dipinggir jalan tersebut perutnya tidak sedang sakit menahan lapar?
malam, apakah mereka yang tidur ditemani angin malam tersebut sedang tidak menggigil karena demam? merindukan hangatnya bangunan dibawah atap?
Malam, apa kabar mereka?
apakah mereka sedang tidak merasakan sakit akibat dipukuli karena setorannya kurang?
Malam, apakah kulit mereka yang memerah karena sengatan matahari siang sudah tidak ngilu lagi?
malam, apakah hari ini mereka bisa mendapatkan tempat tidur yang kering dan tidak bau pesing?
malam, apa kabar mereka?
malam, apakah mereka sudah tidur sekarang? apakah mereka sedang tidak menangis diam-diam karena sedang memandangi saudara mereka yang tertlelap meringkuk melawan dinginnya malam dilorong sempit pertokoan?
malam, apakah mereka semua sudah tidur sekarang? ataukah mereka sedang bergantian berjaga agar tidak tertangkap satpol pp lalu dipukuli beramai-ramai?
malam, apakah mereka sudah tidur? ataukah mereka sedang mengais-ngais rezeki karena matanya tak bisa terpejam menahan perih belum makan?
Malam, apakah nyamuk-nyamuk sedang ganas seperti yang ada dirumahku atau bahkan lebih gana? aaah, mungkin kulit mereka yang tebal akibat terpaan alam sudah tidak mempan digigiti nyamuk..

Malam…… apa kabar mereka?
apakah mereka sedang menungguku?
apakah mereka sedang menunggu pengabdianku?
apakah mereka sedang menunggu keahlianku?
apakah mereka sedang menunggu kontribusiku?
malam, sampaikan pada mereka bahwa disini aku sedang berjuang bersama buku-buku dan tugas-tugasku..
malam, sampaikan maafku kepada mereka karena kadang dalam belajar ini aku tak serius..
malam, sampaikan maafku kepada mereka karena kadang aku merasa malas..
malam, sampaikan beribu-ribu maafku atas ketidak produktifan ini..

Malam, sampaikan salamku pada mereka..
sampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya karena keberadaan mereka telah memberiku energi lebih dalam menjalani hari-hari..
Malam, sampaikan pada mereka bahwa merekalah alasanku untuk bisa terus bangkit walau sudah tau rasanya jatuh berkali-kali..

Malam, sampaikan bahwa keberadaan mereka adalah alasan hidupku..
Masyarakatku, Indonesiaku, Bangsaku..

Rahasia Cinta Membaca, Tamatkan Belasan Buku hanya dalam 3 Bulan

Jadi, kapan mau kemana?
Eh salah, kemana mau kapan?
Hahaaa 🙈

Udah 3 bulan lebih kerja dari rumah. Ke kantor cuman sesekali. Bosan? Sesekali aja.. Alhamdulillah soalnya kerjaanku menyenangkan (versiku). Gak banyak yang berubah juga sih, paling bedanya jadi jarang ketemu orang kantor. Maklum dari dulu emang terkenal menjadi salah satu serikat kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), kalo sekarang jadi kerpu-kerpu (kerja pulang-kerja pulang). Dasarnya suka main, tapi juga gapapa kalo harus #dirumahaja

Masa sih gak pernah bosan sama sekali? Pernah!! makanya suka tetiba udah ada di kfc (beli mocca float doang😂) yang nyampe sana aja sebenarnya butuh effort yang masyaallah, boleh tanya @flintancka Betapa randomnya ini 😅

Terus apa emamg rahasia tetap “waras” saat #dirumahaja ??

JAWABANNYA adalah Iqra = MBACA.. sama Nonton 🙈 Untuk sebagian besar orang menonton adalah ceklis dari salah satu kegiatan yang menghilangkan rasa bosan. Tapi “membacaaaaaaa”????? 😨😱😱😱😱 seriously? Untuk sebagian orang membaca justru tidak menyenangkan, masuk ke dalam ceklis hal yang harus dihindari.

Untuk kalian yang seperti ini, mungkin bukan tidak suka membaca. Tapi hanya belum menemukan bacaan yang cocok. Kayak nonton drakor, pasti cocok2an genre kan?? Begitupun dengan buku bacaan 😊

Selama 3 bulan ini, aku sudah nonton banyak drakor dari berbagai genre. Lupa sih judulnya apa aja, ini yang diinget: school 2017, Fight for my way, itaewoon class, reply 1997, she was pretty, cloy, dll. Kalo buku, aku kasih tau sebagian aja ya yg tere liye 😂 komet, komet minor, batozar, nebula, selena. Ada sih beberapa buku serius lainnya, tp akupun belum tamat2 membacanya 😂😂😂😂 ada banyak tipe orang yang hobinya “membaca”, mungkin kamu bisa mencari dan pdkt dengan beberapa buku terlebih dahulu baru bisa jatuh cinta dengan membaca ❤

#membaca #baca #mbaca #novel #tereliye #komet #kometminor #selena #nebula #drakor #dramakorea #cloy #reply1997 #itaewoonclass #nontondrakor #nobar #nontonbareng

Quarter crisis of life

Cuman pengen sharing sedikit sama temen-teman yang lagi ada pada tahapan usia quarter crisis of life, kalo kamu harus sadar bahwa sedang berada di posisi tersebut.
Kenapa harus disadari? Karena ada banyak bahan bacaan yang bisa kamu jadikan rujukan untuk melewati “tantangan” tahapan usia ini.
Ada banyak buku-buku psikologi, sharing di youtube, instagram, facebook, spotify, dan media sosial lainnya yang bisa membimbingmu untuk segera stabil menjalani hidup.
Mencari bantuan kepada orang yang ahli atau bacaan yang kredibel untuk masalahmu sekarang adalah solusi yang tepat.
Saya rasa hampir semua orang merasakan hal yang sama pada tahapan ini.
Hal tersebut terjadi karena kita sudah mulai dianggap dewasa, secara fisik dan psikis sudah siap untuk bertanggung jawab pada diri sendiri, bisa jadi juga harus bertanggung jawab untuk keluarga. “Tantangan” pada masa ini juga tidak melulu berasal dari eksternal. Bisa juga berasal dari internal diri sendiri.
Contohnya sekarang kita semakin banyak keinginan seperti target karir, gaji, pertemanan, lingkungan, hobi, mengembangkan kemampuan, bahkan pasangan, dan yang serupa lainnya.
Sayangnya, keinginan yang mulai diwujudkan satu persatu ini sering sekali mandeg di tengah jalan. Salah satu masalah yang paling sering ditemukan adalah kurangnya “kemampuan” 🙈🙈🙈🙈
Jika kurang kemampuan maka solusinya tentu saja membuat diri semakin mampu bukan? Maka dari itu carilah referensi, orang ahli, atau siapa saja yang menurutmu kredibel dan bisa membantu membuatmu mampu.
Bukan malah menyalahkan keadaan lalu menyakiti orang lain secara membabi buta.
Sungguh tidak nyambung sama sekali jika bersikap seperti itu.. .
Sama seperti pohon ini, jika dia layu karena kekurangan air maka berilah air dan jika dia tidak berbuah karena kekurangan vitamin berilah pupuk..
Bukan malah membabi buta menghancurkan pohon ini karena merasa sudah tidak bermanfaat lagi. .
Toh sama dengan perilaku buruk yang kita perbuat, pada akhirnya juga akan merugikan diri kita sendiri.. Selamat hari jumat 😊😊

Pelanggan

Barusan beli kebab..

Karena pengen banget dan setiap hari lewatin satu merek kebab langganan sewatu di Surabaya, maka Saya rela jalan malam-malan sendirian pulang kerja hanya untuk memuaskan kerinduan tanah jawa. Posisinya Saya belum makan sejak siang, otomatis lapar dong. Bayangin lagi lapar pengen sesuatu, pasti ketika makan hal tersebut masyaallah nikmatnya.

Saat sudah memesan kebab kepada penjual, mulai terjadi keanehan-keanehan. Kenapa saya bilang “keanehan?”. Karena si penjual menutup-nutupi saat sedang menyajikan kebab yang saya pesan. Selain itu saya merasa sedikit aneh karena ketika saya pulang lewat tempat itu, kok selalu sepi ya? Padahal kalo di Surabaya, kebab merek ini pasti antriannya selalu panjang. Apalagi saat jam pulang kerja dan tanggal muda. Tapi ya Saya nyantai sajalah, toh secara tampilan pembungkus dan gerobak memang sama.

Saya sudah menunggu cukup lama dan masih tetap hanya saya yang membeli di sana. Sedangkan satu kompetitor (sama-sama jualan kebab tapi beda merek) pinggirnya lebih ramai. Ketika kebab sudah jadi, dibungkus dan sebagainya berdirilah saya untuk membayar.

Wah, dalam hati udah dag dig dug kayak mau ketemu si doi. Secara tampilan pembungkusnya sama banget (tapi belum lihat tampilan kebabnya sih). Secara harga dan komposisi yang ditampilkan pada daftar harga juga sama. Bahkan kebab ini lebih mahal.

Namun pada saat Saya telah berada di rumah dan siap menyantapnya.. Lah dalah kok cilik temen yo? Terus pas gigitan pertama keropos, hiks.. Patah hati pada gigitan pertama. Ketika dimakan sampai habis intinya hanya terasa kulit lumpia dan telur orak-arik tanpa bumbu 😢💔 Hmm, I know kenapa tempat itu tidak seramai biasanya.

*makanya ngi, jangan pernah berharap terlalu tinggi.. Soalnya pas jatuh sakitnya lebih mantep 😂

Skip..

Ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari cerita ini.

1. Jangan berharap satu merek kebab akan selalu sama rasanya. Karena meskipun mereknya sama tetap saja orang yang menyajikannya berbeda.

2. Bagi para pebisnis, mempertahankan itu akan lebih sulit dari pada membuat seorang pelanggan membeli untuk yang pertama kalinya. Karena apa? Karena pengalaman akan sangat berharga! Karena jika mereka sudah kecewa pada gigitan pertama, maka mereka tidak akan pernah percaya lagi padamu.

3. Yang namanya bisnis pasti nyari untung, namun jika kamu sebagai pebisnis sangat keterlaluan, bukanya untung malah buntung.

4. Serapat apapun bangkai disimpan, pasti akan tercium jua.

5. Jangan sekali-kali melihat sebuah makanan dari mereknya, apalagi jika sudah beda kota dan pulau. Don’t judge a book by the cover!

Mungkin segitu dulu yang bisa saya sampaikan. Apakah ada yang mau menambahkan? Bisa langsung ketik di kolom comment 👇👇terimakasih

Sukses Bersabar ala Khidir a.s (Qs. Al Kahfi (18) : 66 – 82)

Secara terminologi, sabar menurut KBBI ialah “tahan menghadapi cobaan” (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati), tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu. Untuk orang-orang yang memiliki cita-cita tinggi kata sabar ini pasti sudah sangat familiar, karena untuk mencapai cita-cita tersebut sudah dipastikan akan ada banyak cobaan yang menjadi syarat tercapainya.

Pembaca mungkin sudah mengetahui kisah hidup Jack ma, Pendiri Alibaba grup sekaligus “salah satu orang terkaya di China”. Jack Ma mengaku pernah ditolak Universitas Harvard sebanyak 10 kali. Dia bahkan tidak diterima di SMP satu-satunya di kotanya serta ditolak oleh tiga perguruan tinggi. Jack ma gagal tes masuk SD 2 kali, SMP 3 kali. Di kotanya hanya ada satu SMP dan tak ada satu pun sekolah yang mau menerimanya karena nilainya terlalu buruk. Setelah lulus kuliah, nasib malang tampaknya masih saja menghantui hidup Jack Ma. Kala itu, ia mencoba melamar pekerjaan di berbagai instansi perusahaan. Namun penolakan demi penolakan datang silih berganti. Jack ma pernah ditolak sebanyak 30 kali, bahkan KFC pernah menolaknya juga.

Cerita Jack Ma diatas adalah salah satu dari ribuan cerita orang-orang sukses setelah sekian banyak kegagalan-kegagalan yang harus dihadapinya. Jika kita memiliki cita-cita yang tinggi, apa yang dihadapi oleh Jack ma pasti juga berlaku untuk kita. Dengan banyaknya cobaan yang pasti datang silih berganti ini tidak mungkin kita bisa melewatinya tanpa moral sabar yang tertanam kuat. Masalahnya, moral sabar ini tidaklah mudah untuk diterapkan karena sudah fitrahnya seorang manusia untuk menghindari hal-hal yang membuatnya merasa menderita (salah satunya perasaan menderita yang akan timbul jika memiliki cita-cita yang tinggi).

Maka dari itu, dalam tulisan ini penulis ingin menunjukkan tips sukses bersabar ala Nabi Khidir a.s yang diberitahukan langsung oleh Allah swt dalam Al-qur’an surat Al Kahfi ayat 66 – 82 agar bisa diterapkan oleh pembaca sekalian jika ternyata dalam perjalanan mencapai cita-citanya menemui cobaan yang memunculkan perasaan menderita sehingga ingin menghindar dari tercapainya cita-cita yang tinggi itu.
Berikut kisah Nabi Khidir a.s dan Musa a.s dicuplik dari (Qs. Al Kahfi (18) : 66 – 82) :
66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”.
67. Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.
68. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”.
69. Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun.”
70. Dia berkata: “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu.”
71. Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: “Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?” Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.
72. Dia (Khidhr) berkata: “Bukankah aku telah berkata: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku.”
73. Musa berkata: “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.”
74. Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar.”
75. Khidhr berkata: “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?”
76. Musa berkata: “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku.”

77. Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: “Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu.”
78. Khidhr berkata: “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.
79. Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.
80. Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
81. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).
82. Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.”

Analisa kisah

Kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa ini pasti sudah sering didengar oleh pembaca. Ketika mengetahui awal cerita, respon kita akan cenderung negatif kepada Nabi Khidir karena sudah membocori kapal, membunuh dan memperbaiki rumah (tidak jauh berbeda dengan respon Nabi Musa a.s). Namun setelah mengetahui alasan dari perilaku Khidir a.s tersebut, respon yang tadinya negatif akan cenderung berubah. Perilaku Khidir yang tadinya terkesan tidak bisa dimaafkan menjadi bisa dimaklumi bahkan dibenarkan. Penulis fikir pasti akan lebih mudah untuk Musa bersabar dalam perjalanannya bersama Khidir a.s jika terlebih dahulu Khidir a.s memberitahukan apa alasan dari perilakunya tersebut.

Sebenarnya jika Musa a.s jeli, Khidir a.s sudah memberikan “tips” agar Musa a.s dapat bersabar pada perjalanannya. Coba kita kembali pada (Qs. Al-kahfi : 68) yang berbunyi : “Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”.

Jika merujuk pada Surat Al-Kahfi ayat 68 tersebut maka tips agar dapat bersabar adalah dengan memiliki pengetahuan yang cukup atas sebuah realitas. Menurut penulis, cara yang tepat untuk memiliki pengetahuan yang cukup dan benar adalah dengan cara “berfikir ilmiah” yang dimana dalam berfikir ilmiah ini sebuah realitas tidak pernah berdiri sendiri. Sebuah realitas pasti memiliki latar belakang, tujuan, asumsi dasar, data-data terkait, jika itu sebuah masalah maka ada sunatullah pemecahan masalahnya, dll.
Sama seperti kasus Khidir a.s yang membocorkan sebuah kapal. Perilaku tersebut memiliki “latar belakang” karena disana ada penguasa yang akan mengambil kapal-kapal yang bagus.Perilaku tersebut memiliki “tujuan” agar kapal nelayan tidak diambil dan nelayan tetap bisa mencari nafkah. Lalu ada “rumusan masalah” bagaimana agar kapal nelayan tersebut tidak diambil, keluarlah “pemecahan” untuk membocori kapal nelayan tersebut, sehingga para nelayan yang mencari nafkah dengan melaut tetap bisa bekerja mencari ikan.

Kesimpulan analisa :

Dari kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa diatas, penulis menyimpulkan bahwasanya Allah swt dalam Al-qur’anNya sudah menunjukkan salah satu tips agar sukses untuk bersabar. Dalam hal ini yaitu dengan cara memiliki pengetahuan yang cukup, pengetahuan yang cukup ini didapatkan dari membiasakan berfikir ilmiah. Jika ada sebuah masalah/cobaan yang datang kepada kita, usahakan tidak langsung meresponnya sebagai realitas tunggal. Tapi kita harus “sadar” terlebih dahulu bahwasanya realitas masalah/cobaan tersebut pasti ada latar belakang, tujuan, data-data terkait dan sunatullah pemecahannya. Dengan kita menyadari hal itu, penulis rasa kita sudah menjalani satu langkah yang telah di tunjukkan oleh Allah swt kepada kita agar lebih bisa berperilaku “sabar” atas realitas masalah/cobaan yang datang disaat kita sedang mengejar cita-cita.

Hikmah :
“Dalam proses meraih cita-cita tinggi yang penuh dengan cobaan.. tetaplah Sadar, Sabar dan Samangat”

Maftuha

Hai teman-teman, bertemu lagi dengan Ame. Pada hari terakhir ngODOP ini Ame diberi tantangan untuk membuat sebuah biografi. Kira-kira siapa ya yang perjalanan hidupnya akan Ame bongkar? Yups sesuai judul, Ame hari ini akan membuat biografi tentang Mbak Maftuha.
Hanya satu kata “Maftuha”.

Awalnya Ame mengira bahwa Maftuha itu nama anak laki-laki, tapi ternyata salah. Karena setelah chatingan dan memanggil “masnya”, Ame tahu bahwa Maftuha itu Mbak, bukan Mas. Ketika ditanya, ternyata Mbak Maf ini namanya cuman satu kata “Maftuha”. Tidak ada kata lain, tidak sepanjang nama panjang yang biasanya.
Ketika ditanya tentang makna dari nama Maftuha, mbaknya menjawab bahwa Maftuha itu berasal dari kata Fataha yang berarti pembukaan. Mungkin orangtua MbakMaf ingin mbaknya menjadi seperti surat Al-Fatihah yang membuka Al-Quran dan berarti Asyifa (obat).

Mbak Maf (Panggilanku untuk Maftuha) adalah seorang perempuan yang lahir pada tanggal 15 Agustus 1993. Berarti umurnya sekarang sekitar 26 tahun. Ia adalah anak bontot gak jadi alias anak ke-7 dari 8 bersaudara. Mbak Maf memiliki 4 orang kakak perempuan, 2 orang kakak lelaki serta 1 orang adik perempuan yang tomboi.

Aktifitas Mbak Maf sekarang adalah seorang guru yang merangkap sebagai staff TU (guru les dan madrasah). Selain itu ia juga sedang sibuk menyalurkan hobinya sebagai penulis dengan cara atif di beberapa komunitas menulis secara online.

Mbak Maftuha bersekolah di SD impres (sekarang sudah menjadi SDN 1 Kaliwadas). Lalu melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kenanga daerah Plumbon. Tapi karena merasa tidak nyaman, setelah 3 bulan pertama (setelah UTS) Mbak Maf memutuskan untuk pindah sekolah ke MTs As-Shalah. Mbak Maf SMP di MTs As-Shalah hingga lulus. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negri (MAN) 1 Cirebon di Plered. Terakhir Mbak Maftuha berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Dari sepengetahuan saya yang baru saja mengenal Mbak Maf, Mbak ini adalah tipe orang yang ramah, baik hati, dan tidak sombong. Karena ketika saya menanyakan “siapa yang ingin saya buatkan biografi” ia langsung berkenan.

Selain itu Mbak Maf juga seseorang yang sudah aktif semenjak sekolah. Ia mengikuti berbagai macam organisasi seperti PMR, KIR IPA, serta keagamaan. Di tingkat universitas ia juga pernah ikut seleksi eSKa radio, Ikatan Muslim Teknologi Kejuruan (IMTEK) FPTK UPI yang menjabat sebagai seksi kewirausahaan. Bina kader (BINDER) angkatan 15, organisasi luar ProIT, Graha (gerakan remaha anti HIV dan Aids), serta kaka PAS (Pembinaan Anak Salman) ITB-Bandung.

Dalam bidang profesional Mbak Maftuha pernah bekerja di bank BTPN di Cirebon, pernah juga bekerja sebagai Administrasi di Karawang, menjadi guru TK, guru pendamping anak berkebutuhan khusus, konsultan teknik sipil di Bandung. Hingga pernah magang pada proyek pembuatan hotel di Bandung serta mengajar di SMKN 6 Bandung.

Selain aktif bekerja, berkecimpung di dunia pendidikan dan kepenulisan, Mbak Maf juga sudah memiliki dua buah karya fisik loh. Ia sudah memiliki 2 buah buku ontologi (cerpen dan puisi). Ontologi puisi pertamanya berjudul “Rumah Bukan Sekedar Tempat Singgah” dan yang kedua adalah Ontologi cerpen yang berjudul “Kau Selalu punya Alasan untuk Bahagia”.
Nah teman-teman bagaimana nih biografi Mbak Maf? Keren bangetkan? Jika kalian ingin mengenal Mbak Maftuha lebih dalam bisa langsung kunjungi saja ke alamat medsosnya berikut:
Ig: maftuha_07
Fb: Maftuha

Putri and Divorce – Part 5 (Tamat)

Part 5
Lalu bagaimana Putri bisa melewati hari demi hari di tengah kemelut rumah tangga orangtuanya?

Ditengah kemelut perasaan yang tidak menentu, Putri sering sekali ingin berputus asa. Putri sering berfikir bahwa ia adalah satu-satunya anak yang paling menderita di dunia. Putri bingung bagaimana hidup ia dan adiknya kedepan

Boro-boro memikirkan tentang lawan jenis seperti yang sedang teman-temannya sekarang lakukan. Bahkan untuk pergi ke sekolah saja Putri sudah sangat malam.
Putri adalah anak yang cukup pintar. Dari SD sampai kelas 2 smp ini setidaknya Putri tidak pernah keluar dari 5 besar. Tapi sekarang? sudah dua semester terlewati dengan keadaan rumah yang masih panas, rengking Putri sudah tidak tahu lagi berada diperingkat ke berapa.

Namun, sepertinya rengking kelas bukan menjadi prioritas Putri saat ini. Sekarang Putri sedang fokus “Bagaimana cara agar tidak menjadi gila/depresi dengan semua keadaan yang ada”.

Untungnya Putri ikut ekskul seni bela diri taekwondo. Taekwondo seperti rumah kedua setelah perpustakaan bagi Putri. Jika buku menjadi “dunia lain” saat dunia nyata terlalu rumit, taekwondo adalah tempat untuk mengeluarkan semua emosi dan menghabiskan berbagai emosi yang melelahkan.

Saat orangtua Putri bertengkar di rumah, ia hanya bisa diam. Berharap segera tertidur, hari berganti, lalu esok hari menjadi lebih baik dari hari ini. Pada saat itu, tempat untuk Putri mengeluarkan semua emosi adalah taekwondo. Setiap pulang dari taekwondo pasti badannya biru-biru. Hanya saat setelah taekwondo sajalah Putri bisa tidur dengan nyenyak (terpaksa tidur karena kelelahan lebih tepatnya)..

Di taekwondo, Putri bisa berteriak sepuasnya. Di taekwondo, Putri bisa mengeluarkan semua emosinya, apalagi jika sudah sparing. Tidak masalah badannya biru-biru, tak masalah badannya terasa remuk. Yang pasti, taekwondo mengajarkannya bagaimana cara mengendalikan emosi. Taekwondo mengajarkan bagaimana cara menggunakan emosi yang ada untuk sesuatu yang lebih menguntungkan.
Sepertinya selama ini Putri sangat tertolong sengan buku dan taekwondo

Andai daja Putri tidak memiliki buku dan taekwondo. Mungkin nasib Putri sekarang sama seperti nasib anak-anak broken home lainnya yang identik dengan kelam dan nakal.

Saat ini Putri sangat bersyukur karena memiliki “pelampiasan” yang tidak merusak dirinya. Putri berfikir mungkin hal ini bisa menjadi solusi untuk orang-orang yang juga bersinggungan dengan anak-anakbroken home.

Ada baiknya anak-anak yang kondisi orangtuanya seperti ini memiliki “pelampiasan yang baik”. Bagaimana pelampiasannya tersebut memiliki pengaruh baik bagi jiwa dan raganya. Sebagaimana anak remaja pada umumnya, mereka memiliki banyak energi, apalagi jika sedang emosi. Emosi apapun yang sedang ia miliki bisa membuatnya lebih kuat atau malah menghancurkan dirinya sendiri.

Begitulah bagaimana Putri bisa melewati hari-hari terburuknya saat itu. Hingga kini, Putri sangat bersyukur lagi berada di lingkungan yang positif dan tempat. Putri sangat bersyukur karena bisa menyalurkan energinya ke tempat yang tepat.

Putri and Divorce – Part 5 (Akhir)

Part 5
Lalu bagaimana Putri bisa melewati hari demi hari di tengah kemelut rumah tangga orangtuanya?

Ditengah kemelut perasaan yang tidak menentu, Putri sering sekali ingin berputus asa. Putri sering berfikir bahwa ia adalah satu-satunya anak yang paling menderita di dunia. Putri bingung bagaimana hidup ia dan adiknya kedepan. Boro-boro memikirkan tentang lawan jenis seperti yang sedang teman-temannya sekarang lakukan. Bahkan untuk pergi ke sekolah saja Putri sudah sangat malam.
Putri adalah anak yang cukup pintar. Dari SD sampai kelas 2 smp ini setidaknya Putri tidak pernah keluar dari 5 besar. Tapi sekarang? sudah dua semester terlewati dengan keadaan rumah yang masih panas, rengking Putri sudah tidak tahu lagi berada diperingkat ke berapa.

Namun, sepertinya rengking kelas bukan menjadi prioritas Putri saat ini. Sekarang Putri sedang fokus “Bagaimana cara agar tidak menjadi gila/depresi dengan semua keadaan yang ada”.

Untungnya Putri ikut ekskul seni bela diri taekwondo. Taekwondo seperti rumah kedua setelah perpustakaan bagi Putri. Jika buku menjadi “dunia lain” saat dunia nyata terlalu rumit, taekwondo adalah tempat untuk mengeluarkan semua emosi dan menghabiskan berbagai emosi yang melelahkan.

Saat orangtua Putri bertengkar di rumah, ia hanya bisa diam. Berharap segera tertidur, hari berganti, lalu esok hari menjadi lebih baik dari hari ini. Pada saat itu, tempat untuk Putri mengeluarkan semua emosi adalah taekwondo. Setiap pulang dari taekwondo pasti badannya biru-biru. Hanya saat setelah taekwondo sajalah Putri bisa tidur dengan nyenyak (terpaksa tidur karena kelelahan lebih tepatnya).

Di taekwondo, Putri bisa berteriak sepuasnya. Di taekwondo, Putri bisa mengeluarkan semua emosinya, apalagi jika sudah sparing. Tidak masalah badannya biru-biru, tak masalah badannya terasa remuk. Yang pasti, taekwondo mengajarkannya bagaimana cara mengendalikan emosi. Taekwondo mengajarkan bagaimana cara menggunakan emosi yang ada untuk sesuatu yang lebih menguntungkan.
Sepertinya selama ini Putri sangat tertolong sengan buku dan taekwondo.

Andai daja Putri tidak memiliki buku dan taekwondo. Mungkin nasib Putri sekarang sama seperti nasib anak-anak broken home lainnya yang identik dengan kelam dan nakal.

Saat ini Putri sangat bersyukur karena memiliki “pelampiasan” yang tidak merusak dirinya. Putri berfikir mungkin hal ini bisa menjadi solusi untuk orang-orang yang juga bersinggungan dengan anak-anakbroken home.

Ada baiknya anak-anak yang kondisi orangtuanya seperti ini memiliki “pelampiasan yang baik”. Bagaimana pelampiasannya tersebut memiliki pengaruh baik bagi jiwa dan raganya. Sebagaimana anak remaja pada umumnya, mereka memiliki banyak energi, apalagi jika sedang emosi. Emosi apapun yang sedang ia miliki bisa membuatnya lebih kuat atau malah menghancurkan dirinya sendiri.

Begitulah bagaimana Putri bisa melewati hari-hari terburuknya saat itu. Hingga kini, Putri sangat bersyukur lagi berada di lingkungan yang positif dan tempat. Putri sangat bersyukur karena bisa menyalurkan energinya ke tempat yang tepat.

Putri and Divorce – Part 4

Part 4
Menjadi orang tua berarti harus siap untuk memegang tanggun jawab dan kepercayaan. Yang ada di dalam benak Putri, kepercayaan adalah saat ia kecil selalu di lempar ke udara oleh ayahnya namun yang ia rasakan adalah kebahagiaan. Karena ia percaya bahwa ayah pasti menangkap kembali dan tidak akan membiarkan Putri terjatuh maupun terluka.

Ayah dan Ibu adalah orang pertama, bahkan satu-satunya orang yang sangat Putri percayai. Saat orangtuanya bertengkar, yang ia fikirkan adalah adiknya. Karena Putri merasa punya buku sebagai “sahabatnya”. Selain itu ada beberapa teman yang juga simpati dengan keadaan keluarganya sekarang (ada teman curhat). Tapi bagaimana dengan adiknya yang masih kelas 3 SD? Adiknya pasti belum punya teman curhat, pasti juga tidak bisa menjadikan buku sebagai sahabat.

Namun pada saat itu Putri juga belum mengerti bagaimana cara menangani adiknya. Karena untuk menangani perasaannya yang hancur lebur sekarang saja, ia juga tak tahu. Apalagi sejak dahulu

Putri bukan tipe kakak yang pandai memperlihatkan perasaan sayang kepada adiknya. Momen Putri dan adiknya selalu tentang pertengkaran. Padahal saat ini Putri benar-benar ingin membuat adiknya tidak menangis, benar-benar ingin adiknya tidak merasakan perasaan yang sedang ia rasakan sekarang.

Saat itu, Putri belajar tentang dua perasaan yang menyakitkan. Pertama adalah perasaan sakit karena orang pertama bahkan orang satu-satunya yang ia cintai (Kedua orangtuanya) membuat kecewa. Perasaan kedua adalah perasaan sakit karena melihat adiknya menangis dan harus merasakan kekecewaan yang sama dengan perasaannya.

Putri and Divorce – Part 3

Namun syukurnya, Ibu Putri mengetahui bahwa anak-anaknya keluar rumah. Akhirnya ibu menyusul Putri dan adiknya yang belum jauh berjalan. Ibu berusaha membujuk mereka agar mau pulang dan berjanji bahwa di rumah nanti tidak akan ada suara pertengkaran.

Penyebab dari pertengkaran orangtua Putri adalah adanya orang ketiga ditengah-tengah ayah ibunya. Lebih tepatnya, ayah Putri selingkuh dengan wanita lain. Entahlah, saat itu Putri tidak mengerti apa itu selingkuh. Bagaimana bisa ia menderita setiap kali melihat dan mendengar ayah ibunya bertengkar?

Keluarga mereka bukan keluarga kaya, namun sebelum negara api menyerang mereka adalah keluarga yang harmonis.
Semenjak orangtuanya sering bertengkar, Putri semakin sering ke perpustakaan dan menggila dengan buku-bukunya. Setiap kali tidak bisa tidur karena pertengkaran menyebalkan itu, Putri selalu menjadi peran utama dari setiap buku yang ia baca.

Sampai saat ini, banyak buku terutama novel ringan khas remaja yang sangat membantu Putri. Buku-buku tersebut sangat berguna dalam mengalihkan fikirannya yang kacau. Saat membaca novel atau buku yang memiliki pemeran utama, Putri sangat meresapi cerita tersebut, ia menangis saat pemeran utama harusnya menangis. Bahkan ia bisa tertawa terbahak-bahak saat pemeran utama melihat hal yang menggelikan meski beberapa jam lalu ia baru keluar dari rumah menyebalkan tersbut sambil menangis tersedu karena pertengkaran pagi hari.

Putri adalah anak kelas 2 SMP yang karena pertengkaran orangtuanya, ia harus menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah.

Sebenarnya sekolah Putri bukan sekolah full day, hanya saja setiap pulang sekolah ia selalu mampir dulu ke perpustakaan sekolah. Untungnya, perpustakaan sekolah Putri termasuk tempat yang nyaman karena bersih, tertata dan jarang ada orang yang datang. Serta, memiliki berbagai macam jenis buku yang menarik minatnya.