Kabut Asap

Entahlah apa yang terjadi sekarang, kabut asap semakin tebal. Padahal di sini Palembang kota yang jauh dari titik api. Kabut asap ini membuat mata sakit, hidung sakit, dan kepala pening.

Padahal saya adalah anak muda yang sehat walafiat. Bisa dibayangkan kalo yang terpapar asap ini adalah balita atau lansia. Astagfirullah, mata dan kepala ini pening sekali.

Saat dini hari keluar rumah, malam sangat pekat. Seperti ada kebakaran di sebelah gang. Langit malam tak lagi kelam, namun merah seperti marah. Saat fajar menyongsong, kabut asap semakin tebal. Seperti sedang berada di puncak, bedanya dengan udara yang membuat pening kepala.

Sampai kapan kabut asap selesai? Bisikan-bisikan jahat sudah seperti angin lalu. Sudah menjadi rahasia umum sang raja sedang berkuasa. Maka, sebanyak apapun yang terkena dampaknya, sebanyak apapun nyawa yang menderita, raja tetap menjalankan titahnya.

Sekarang saya tak punya solusi, hanya berharap hujan deras segera menghampiri. Toh mengkritik raja seorang diri pun takkan membuat perbedaan apa-apa.

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

ameame's

Coming Very Soon

Satu komentar pada “Kabut Asap”

Tinggalkan komentar