Mohon Bersabar Ini (bukan) Uji

Pernah suatu pagi mood saya sedang buruk. Tumben sekali, padahal biasanya saya sangat senang pergi ke kantor. Di rumah saya sudah uring-uringan. Bangun kesiangan, pakaian kerja tidak ketemu, makanan belum ada, dan jalanan menuju kantor sangat macet serta berasap.

Kebetulan kemarinnya saya sakit dan saat itu belum sehat sepenuhnya. Kepala pusing, hidung mampet, demam, ditambah dengan ac kantor yang dingin. Kacau sekali mood saya pagi itu.

Setelah menenagkan diri sebentar dengan cara duduk dan menarik nafas, akhirnya saya mulai menyalakan komputer. Setelah komputer menyala, saya langsung masuk ke laman google. Saat masuk ke work sheets terjadilah kekacauan besar karena saya tidak dapat membukanya.

Sabar, sabar, ini (bukan) ujian. Saya utak atik, refresh, dan berbagai pertolongan pertama lainnya pada akses masuk worksheet saya. Namun tanda-tanda kenormalan tidak juga tampak pada laman kerja saya tersebut.

Setelah itu akhirnya saya meminta bantuan ke teman lain. Teman saya menghampiri dan melihat. Mengutak atik sebentar, sepertinya kemampuan dia dalam menyelesaikan masalah ini tidak jauh berbeda dari saya. Akhirnya dia menyerah.

Tau kan rasanya sudah badmood dari rumah terus sentuhan pertama pada tempat kerja sudah begitu, hehee..

Yasudah karena sudah terlalu malas dan teknisi kantor juga belum datang akhirnya saya kerjakan saja lewat ms. word. Saya diamkan hingga teknisi datang dan ternyata sekitar jam 9an semua teman saya mengalami hal yang sama dengan saya.

Karena kesabaran (kepasrahan lebih tepatnya), akhirnya masalah selesai di siang hari. Saya sudah bisa masuk worksheet tanpa harus merutuki dan melewatkan begitu saja jam kerja saya seperti sebelumnya.

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

ameame's

Coming Very Soon

Tinggalkan komentar