Dulu waktu masih pelajar atau mahasiswa, hidup tanpa rencana bukan hal yang sulit. Namun sekarang jangan coba-coba. Sedikit saja keluar dari rencana semuanya bisa ambyar.
Semakin dewasa semakin merasa punya banyak tanggung jawab. Memang tidak dapat dipisahkan dari peran perasaan. Entah ini logis atau tidak. Tapi, bukan kah hati nurani itu tidak selalu salah? Bisa saja itu cara kerja intuisi. Tinggal dilatih saja untuk mengendalikan perasaan yang berlebihan.
Dulu waktu nonton film The Good Doctor pernah berfikir “kok bisa ya mereka sesantai itu saat ada orang lain yang dalam keadaan darurat?”. Sekarang kayak lebih faham dan “memaklumi” hal tersebut. Karena memang sekarang lebih faham bahwa tidak semua hal dapat diselesaikan saat itu juga.
Memang ada saatnya “menunggu”, bersabar karena memang itu prosesnya. Seperti saat kira terjatuh lalu terluka. Ketika itu sudah terjadi, maka rasa sakit saat proses penyembuhan itu memang harus di tanggung. Tidak bisa langsung sembuh sekejap mata tanpa merasa kan sakitnya.
Begitu pun dengan hidup ini. Tidak ada keinginan yang tinggi bisa terwujud dalam sekejap. Untuk hal yang sederhana sekali pun harus ada prosesnya. Bahkan suatu saat memang ada sesuatu yang “di luar kendali” hingga membuat kita pasrah.lebih tepatnya bertawakal setelah melakukan hal yang maksimal.
Dan saat sudah menyelesaikan sesuatu dengan maksimal pun tidak mesti tujuan tersebut tercapai. Bisa jadi hasilnya adalah kecewa karena merasa dicurangi atau disalip dengan tidak sehat. Namun itulah proses. Memang tak ada yang mudah sedikitpun.
Jika melihat orang lain “sepertinya lebih mudah”, percayalah bahwa itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri. Karena setiap orang punya jalannya masing-masing.