Setelah malamnya berjanji untuk bangun pagi2 untuk melihat matahari terbit, ternyata rencana tinggallah rencana. Karena suhu yang dingin dan badan yang lelah akhirnya kamo baru bangun setelah jam 6 pagi. Kami sholat subuh kesiangan saat itu.
Setelah akhirnya nyawa terkumpul dan perut mulai keroncongan, barulah saya dan Intan bergerak untul ngechat Iban agar keluar mencari makan. Matahari sudah tinggi namun suhu trlaga ngebel masih dingin. Namun karena perut sudah kenyang kami terpaksa keluar mencari makan.
Untuk sarapan kami membeli nasi pecel yang harganya cuman 3 ribu rupiah namun porsinya banyak dan rasanya enak. Alhamdulillah mendapatkan makanan yang enak dengan harga murah. Karena sebenarnya budget kami memang terbatas, Hehehee..
Setelah makan, kami berencana untuk mendaki gunung mencari air terjun. Namun setelah dua jam berjalan dan air terjun tak kunjung terlihat akhirnya kami turun lagi. Perjalanan yang kami lalui sangatlah menyenangkan. Kami bercengkrama bercerita apapun. Dari mulai hal-hal yang lucu hingga hal-hal yang berfaedah.

Setelah turun, kami akhirnya bermain bebek-bebekan yang ada di danau. Lebih tepatnya hanya saya dan Intan sih, karena Ivan cumam team sukses alias tukang foto, hehee. Tapi duduk-duduk di pinggir danau aja juga worth it kok. Danau yang luas dan lingkungan yang masih sangat asri membuat mata adem.
Kami di telaga sampai makan siang. Hari kedua ini kami kembali makan ikan bakar di pinggir danau. Rasa ikan bakar yang gurih dan pmandangan yang dangat indah sungguh membuat perasaan aman dan tentram. Setelah makan, kami bertiga hanya duduk diam kekenyangan. Mungkin juga mengambil waktu untuk sejenak sibuk dengan fikiran sendiri.
Telaga Ngebel merupakan salah satu tempat ternyaman. Namun sayang, sore harinya kami harus kembali pulang.
Tempat ini di rekomendasikan untum kalian yang ingin berlibur dengan budget murah. Namun memang kekurangannya ada pada sisi transportasi. Transportasi untuk ke wilayah ini memang masih sangat sulit, bahkan belum ada.