Tim Sepak Bola Indonesia dan Suporternya

Di Indonesia, olahraga sepak bola tidak akan bisa dipisahkan dengan para suporternya. Seperti beberapa pertandingan AFC dan AFF kemarin, tidak sedikit pihak lawan yang takjub melihat semangat serta kehebohan suporter Garuda Asia ini. Saat pertandingan Indonesia melawan Uni Emirat Arab di stadion Wibawa Mukti Cikarang beberapa waktu lalu, lebih dari 70.000 tiket habis terjual. Bahkan beberapa suporter rela menginap di sekitar stadion hanya untuk bisa mendukung tim kesayangannya

Suporter Indonesia tidak hanya jago kandang, buktinya saat pertandingan AFF melawan Singapura kemarin ada 1.600 lebih suporter Indonesia yang mendukung langsung di markas Singapura.
Bagi para suporter, militansi mereka tentu sebanding dengan keinginan untuk dapat mendukung langsung tim kebanggannya. Mulai dari meluangkan waktu, mengeluarkan tenaga dan uang untuk membeli tiket serta ongkos tak akan jadi masalah, asalkan dapat melihat dan mendukung tim kesayangan bertanding. Apalagi pada musim ini Tim Nasional Indonesia u-19 sedang mendapat tempat di hati para pendukung karena permainannya yang epik sehingga memberikan harapan meraih kemenangan.

Adanya suporter yang sangat antusias dalam setiap pertandingan Tim Nasional ini pasti memiliki banyak pengaruh. Seperti meningkatnya semangat pemain karena ada dukungan dari banyak orang, meningkatkan perasaan nasionalisme dan solidaritas antar sesama suporter.

Namun pengaruh suporter yang memiliki semangat tinggi ini tak selalu positif. Dua bulan silam sepak bola Indonesia berduka atas meninggalnya Haringga Sirlila, seorang suporter dari tim Persija Jakarta. Kasus meninggalnya suporter sepak bola ini bukan yang pertama kali. Dari tahun 2012-2018, data dari Litbang Save Our Soccer mencatat ada 47 orang suporter sepak bola Indonesia yang meninggal dunia. Beberapa orang di antaranya Micro Pratama (17) suporter Persebaya, Imam Shokib (31) suporter Arema, William Wijaya (16) suporter Persitara dan suporter-suporter lainnya.

“Tak ada satu pun pertandingan yang seharga nyawa”, demikian Menpora Imam Nahrawi menulis di akun Instagram-nya. Namun banyak sekali penyebab suporter sepak bola dapat kehilangan nyawa. Beberapa yang telah terjadi karena pengeroyokan, jatuh dari kendaraan saat perjalanan pulang atau pergi menonton pertandingan, ditusuk benda tajam, pukulan benda keras, terinjak, gas air mata, jatuh dari tribune, penembakan dan petasan.

Dari beberapa penyebab suporter sepak bola yang meninggal dunia, penyebab paling banyak berasal dari rivalitas antar suporter tim. Seperti Haringga, ia adalah suporter yang berasal dari tim Persija Jakarta yang dikeroyok oleh suporter tim Persib Bandung. Suporter Persib dan Persija ini dari dahulu kala memang sudah menjadi musuh. Ternyata solidaritas antar suporter yang sama-sama membela Tim Nasional Indonesia saja tidak cukup untuk dapat mengakhiri permusuhan antar tim sepak bola yang ada di Indonesia.

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

ameame's

Coming Very Soon

Tinggalkan komentar