Part 2 – Jatuh di antara bintang-bintang. Quarter crisis of life

Hei-hei, aku tidak sedang mengeluh. Justru sekarang sepertinya aku sedang jatuh di antara bintang-bintang.. Loh, kok bisa? Iya, alhamdulillah setelah perjalanan panjang membabi buta itu akhirnya aku sadar bahwa melamar pekerjaan pun membutuhkan modal. Tak bisa hanya sekedar keberuntungan, kecuali yang syarat pekerjaannya masih umum dan memang dapat dilakukan.

Jadi, setelah memasukkan lamaran di kota manapun, pekerjaan apapun dan perusahaan apapun sampai alhamdulillah nya sering interview sana-sini, aku sadar.
Ketika para interviewer bertanya, fikiranku semakin terbuka harus melangkah kemana (so, jangan terlalu sedih sepertiku saat tidak lolos padahal sudah interview user 🙈🙈🙈) karena pasti ada api saat ada asap.

Interviewer-interviewer tersebut adalah orang ahli, minimal sarjana psikologi sehingga dia memiliki standart untuk mengetahui apakah kita mampu atau tidak dibidang itu. Karena hal tersebut, maka satu dua bulan kebelakang saya memasukkan lamaran “hanya dibidang” yang saya kuasai. Baik itu melalui pendidikan ataupun otodidak.

Saya tidak pernah lagi bertaruh untuk sesuatu yang saya harus mulai dari awal melakukannya (karena bakal di tolak di interview pertama 🙈) *kecuali pekerjaan yg membutuhkan keahlian umum.. Dan sekarang saya bersyukur sudah berada di likngkungan yang mudah-mudahan saya bisa berkembang di sini.

Lingkungan yang mana saya “tidak sabar untuk segera besok”. Lingkungan yang mana hari libur sepertinya tidak dibutuhkan. Lingkungan yang bisa membuat saya lupa perasaan lelah, membuat saya tak masalah jika pergi lebih cepat dan pulang lebih lambat.
Tapi bukan berarti perjuangan saya di quarter crisis of life ini sudah selesei, justru saya menghadapi hal baru yang lebih menantang..

But, its okay setidaknya secara kemampuan saya sudah memiliki modal walaupun terlihat masih jauh dari kata ideal.. To be continued

Hay quarter crisis of life, you are so amazing..

Make my head like under water but I must breathing fine.. Kayak lirik lagu ya? Hehhee.. Waktu kuliah dulu merasa tugas akhir dan skripsi adalah yang terberat. Begadang siang malam, mulai sibuk sendiri-sendiri, berbeda jauh dengan semester-semester sebelumnya. Beda jauh sama cerita2 picisan anak sma tentang cinta dan persahabatan masa kuliah.

Karena hal tersebut jadi ingin segera lulus lalu berkarir di pekerjaan yang diinginkan. Namun setelah lulus, proses menuju pekerjaan yang diinginkan terasa lebih sulit, skripsi menjadi “tidak ada apa-apanya”. Penolakan pertama adalah yang paling menyakitkan, penolakan setelahnya tak kalah menyakitkan.

Secara harfiah berjuang dari satu gedung ke gedung lainnya, satu kota ke kota lainnya. Sempat putus asa hingga menyebar portofolio pun secara membabi buta, tak peduli apa asal dapat cepat bekerja.

Ditambah kenyataan satu per satu temen lo yang udah mulai lepas dari status pengangguran.. Selamat datang di dunia “pulang malu tak pulang rindu karna nasib belum menentu”.

Saat di mana ketika lo buka feed ig, isinya adalah temen lo dengan dunia kerjanya atau anak dan suaminya.. Hahhaa

Satu hal yang harus lo tau, jangan pernah memilih sesuatu cuma karena pengen lepas dari status pengangguran 😂😂😂
Hey, come on.. Milikilah cita-cita setinggi angkasa, agar ketika lo jatuh tetap berada di antara bintang-bintang.. To be continued

My First Blog Post

Be yourself; Everyone else is already taken.

— Oscar Wilde.

Gais, sebenarnya blog ini mau dibuat sistematis tentang perjalanan pribadiku. Siapa tahu suatu hari bisa jadi biografi yang beanfaat untuk orang banyak kan? 🙈 Walaupun ada banyak orang yang memiliki cerita hidup lebih rumit, boleh dong aku mewujudkan salah satu impian itu? Karena aku sangat ingin bermanfaat untuk banyak orang. Tapi untuk sekarang random dulu ya gais. Masih ada sesuaty yang lebih prioritas di quarter crisis of live ini. Terimakasih sudah berkunjung 😊🙏

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.