Elu kapan? Kasian banget sih mblo mblo, wkwkwkwk.. becanda keleus..
Mau curhat dikit nih buat dede dede emes yang lucu nan imut (yg masih sekolah). Ternyata rasa bangga atau bahagia itu gk cuman ada krn kita punya pacar keren, cantik atau ganteng loh.. Rasa bangga atau bahagia dicurhatan ini kedepannya akan disimbolkan dengan kata “puas” ya, biar singkat.
Oke, kembali ke topik; Kalo kita amati dikehidupan sehari2 nih, rasa puas itu muncul pasti krn apa yg kita inginkan itu terpenuhi. Biasanya yg kita inginkan adalah hal2 yg kita rasa kita membutuhkannya. Contoh : lapar -» butuh makan -» makan bakso -» puas. Ngantuk -» butuh tidur -» tidur -» bangun -» puas. Haus -» butuh minum -» minum air putin -» puas, begitupun dengan puas2 lainnya. Nah, dari sini kita simpulkan bahwa ketika kebutuhan kita terpenuhi rasa puas yg mencakup bahagia, bangga dan sejenisnya itu juga akan kita rasakan.
Ternyata kata abraham maslow yang seorang teoretikus dan banyak memberi inspirasi dalam teori kepribadian serta seorang psikolog yang berasal dari Amerika dan menjadi seorang pelopor aliran psikologi humanistik ini nih, kebutuhan manusia itu gk cuman pacar loh (rasa cinta dan memiliki) tapi masih ada 4 lagi. Yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, hargadiri dan aktualisasi diri. Sehingga utk bisa merasa puas diusia kita (kita? ) yang masih remaja ini caranya gk cuman punya pacar ganteng/cantik yang super keren loh. Tapi juga bisa dengan cara memenuhi kebutuhan2 yg lain.
Kebutuhan hargadiri misalnya, saya sering melihat anak2/remaja2 yg super keren dengan tartil ketika membaca al-qur’annya, lukisannya, nyanyiannya, pianonya, tim sepakbolanya, kemampuan beladirinya, renangnya, baletnya, kemampuan matematikanya, sulapnya, memasaknya, robotiknya, dll. Mereka mendapatkan banyak like, banyak komentar pujian dari dunia. Mereka mendapatkan pengakuan atas kesenangan mereka. Mereka mendapatkan kepuasan terhadap hobi mereka. Siapa yang tidak merasa bahagia jika kita senang bernyanyi terus nyanyian kita dipuji banyak orang? Siapa yang tidak bahagia jika ketika kita hobi memasak, masakan kita diakui kelezatannya oleh orang banyak? Saya disini berbicara tentang hobi dan kesukaan kalian. Jika tidak suka memasak, ya bisa benar-benar mencari kalian hobinya apa, dan ketika hobi/kebisaan kalian tersebut diseriusi maka akan mendapatkan kepuasan dan pengakuan banyak orang.
Adalagi loh kepuasan yang berkali-kali lipat lagi rasa puasnya “dibandingkan” kepuasan ketika punya pacar yg ganteng/cantik dan super keren itu. Yaitu pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri *menurut Abraham Maslow. kebutuhan aktualisasi ini adalah kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain atau lingkungan serta mencapai potensi diri sepenuhnya. Simplenya ya ketika kita melakukan sesuatu yang kita bisa dan oranglain terbantu atas apa yabg kita lakukan itu. Menurut penelitian ambraham maslow yg sudah teruji, kebutuhan inilah yang paling memberikan kepuasan.
Misal : kita suka masak -» masakan kita diakui kelezatannya -» masakan kita bisa memberikan orang2 yg tidak mampu makan sebuah kebahagaiaan -» puas. Kita suka mengaji -» kita bagus dalam tartil al-qur’an -» tilawah kita diakui -» tilawah kita memberikan ketenangan untuk orang2 yg sedang sakit yang membutuhlan spiritualisme agar terus bisa berjuanh hidup -» puas. Dan adik2 bisa menghayalkannya sendiri lg sesuai keminatan/hobi masing2.
Nah, adik2 makasih ya udah dengerin curhatan aku, kayaknya segitu aja deh curhatannya, semoga memberikan sedikit inspirasi utk adik2 yg lg galau karena sedang tertarik dengan lawan jenis dan sering diejek “mblo, mblo.. nasib” sama dunia saat ini. Pembahasan ini bukan berarti melarang untuk memenuhi kebutuhan rasa cinta dan memiliki (spesifik lawan jenis). Hanya ingin memberikan alternatif jika kebutuhan tersebut mengganggu prioritas adik-adik sekarang yang sedang belajar. Karena tiap tahapan hidup ada prioritasnya masing-masing. Masa muda datangnya cuman sekali loh.. sayang banget kalo harus salah prioritas..
Jika ada jawaban “susah kak, da namanya juga perasaan. Kayak laper, pasti ada dan alamiahnya begitu. Apalagi remaja”.
Maka jawabannya adalah “Tenang dik, jalan sukses itu memang tidak mudah. Perlu pengorbanan agar hasilnya terasa bermakna. Agar ada yg bisa diceritain ke anakcucu kita nanti (kalo sudah waktunya). Kira2 seperti ini : “wah nak, mamah bisa jd dokter seperti sekarang ini gk gampang loh. Dulu waktu masih remaja, mamah sering dihina ~dasar jomblo/kasian bgt sih lu mblo~ krn mamah gk punya pacar, sibuk belajar, lebih seneng liat vidio tentang kedokteran dr pada sinetron “gendeng-gendeng sringgalak”.
Sekian dari saya, maafkan jika ada kekeliruan dan kata2 yg menyakitkan. Krn kebenaran hanya datang dari Allah swt, dan mnusia tempatnya salah dan khilaf. Dan terimakasih atas perhatiannya (