Komunikasi adalah cara untuk dua atau lebih orang saling mengerti satu dengan yang lain. Apakah komunikasi sama dengan berbicara? Bagaimana jika ketika telah berbicara namun tidak ada orang yang mengerti? Apakah hal tersebut dapat disebut komunikasi? Atau bagaimana jika hanya saling melirik mereka sudah saling mengerti> Apakah kejadian tersebut disebut komunikasi?
Seperti yang telah saya pelajari, ada 3 variabel dalam komunikasi yaitu komunikator (subjek komunikasi), pesan dan komunikan (objek komunikasi). Dalam menyampaikan pesan ada yang namanya media. Media dalam berkomunikasi ada banyak seperti dengan suara, gerak tubuh, tulisan, gambar, sentuhan, perasa dan lain sebagainya. Maka dari itu menyampaikan pesan melalui lirikan tetap disebut berkomunikasi.
Terus bagaimana dengan berbicara kepada orang lain namun dia tidak mengerti atau bahkan salah mengerti. Ada dua hal yang bisa disimpulkan, untuk kasus pertama apa yang tidak dimengerti oleh komunikan bisa jadi tidak disebut komunikasi. Misal komunikator menggunakan bahasa arab sehingga komunikan tidak mengerti apa yang disempaikan oleh komunikator. Namun ketika komunikan “faham” bahwa si komunikator ini ingin menyampaikan sesuatu kepada saya, itu tela terjadi namanya komunikasi.
Untuk kasus yang kedua dengan contoh komunikator menggunakan bahasa inggris seperti banana, tapi ternyata yang difahami komunikan, banana itu adalah apel. Maka hal tersebut tetap disebut komunikasi karena komunikan menangkap pesan dari komunikator. Namun komunikasi tersebut bisa jadi disebut komunikasi tidak efektif karena komunikan tidak menangkap maksud dari komunikator secara benar.
Untuk kasus pertama sebenarnya dapat juga menjadi kasus kedua. Komunikator yang menggunakan bahasa Arab tersebut memiliki maksud berkata pisang, namun karena terdengar kasar, si komunikan menganggap komunikator marah-marah. Maka hal tersebut dapat menjadi komunikasi tidak efektif.
Nah teman-teman, agar tujuan dari komunikasi kita tercapai jangan lupa samakan asumsi. Jika kita merasa komunikan tidak faham apa yang kita sampaikan jangan ragu atau malah malas untuk menjelaskan. Karena komunikasi yang tidak efektif dapat menjadi salah faham yang akan membuat suasa komunikator dan komunikannya menjadi tidak enak suatu hari nanti.