Lupa Personal Branding

Personal branding adalah bagaimana Anda membangun dan mempromosikan apa yang Anda perjuangkan. Mungkin Anda lebih sering mendengar penggunaan istilah brand pada merek-merek ternama semacam Apple, Samsung, Oppo. Namun brand activation/ aktivasi brand bisa juga Anda terapkan pada diri Anda.

Saya pernah membuat CV untuk lamaran kerja, magang dan mengikuti suatu pelatihan. Isi dari tiga CV tersebut jelas tidak sama. Masing-masing dibuat “sesuai” dengan apa yang hendak saya tuju. Misal, saya hendak mengikuti pelatihan memasak. Dalam CV tersebut akan saya cantumkan berbagai macam hal yang akan membuat saya diterima untuk mengikuti pelatihan. Seperti saya memiliki minat yang tinggi terhadap masakan, setiap hari saya memasak, saya gemar makan dan jajan, saya mengerti alat-alat dan bumbu dapur, saya sudah pernah menjual hasil masakan saya, dsb.

Dengan membaca CV saya tersebut, panitia penyelenggara akan mempertimbangkan kesungguhan saya dalam mengikuti pelatihan. Hal yang saya cantumkan akan menjadi data bagi mereka untuk “merespon” saya. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam berperilaku. Perilaku apapun yang kita lakukan akan menjadi data bagi komunikan untuk merespon kita. Bahkan bisa jadi personal branding yang melekat pada kita.
.
Contoh Giant pada film doraemon. Giant memiliki personal branding sebagai orang yang pemarah dan bersuara jelek. Maka ketika ia mulai mengumpulkan teman-temannya di taman, tak ada seorangpun yang datang untuk melihatnya.

Dan karena personal branding ini juga ada rumusnya, maka “objektiflah”. Jangan sampai membeli produk yang kualitasnya setengah-setengah dengan harga yang tinggi. Don’t judge book by the cover, katanya 🎓🎓

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

ameame's

Coming Very Soon

Tinggalkan komentar