Ada seseorang yang bercerita bahwa ia susah bersosialisasi, spesifiknya memiliki sahabat. Ia berkata: “kamu sih enak punya sahabat. Kalo galau ada yang menghibur, susah ada yang membantu, ada yang merhatiin, ada yang bisa diajak curhat, ada yang ngegodain (dan khayalan ideal lainnya mengenai sahabat). Beda dengan saya yang terlahir dari keluarga pendiam. Boro-boro punya sahabat, untuk mengajak ngobrol orang lain saja tangan sampai banjir keringatan. Saya memang aneh, gak asik, jadi akward kalo deket-deket sama orang lain”.
If you born poor its not your mistake. But if you die poor its your mistake ~ Bill Gates
Bersahabat itu kata kerja, menurut saya mereka istimewa. Banyak kegalauan dan konsekuensi yang saya rasakan ketika bersahabat. Dari mulai yang paling mudah (mendengarkan curhatannya saat banyak waktu lowong) sampai yang paling dilematis (mendengarkan curhatannya dimalam hari padahal tugas untuk besok belum dikerjakan sama sekali.
Apalagi saat semester akhir yang selalu mode senggol bacok). Sering dianggap akward dan dibully sampai sakit hati oleh sahabat sendiri juga pernah. Mendapatkan perkataan yang bikin nyesek juga gak sekali dua kali. Bersabar dan mengalah untuk hal-hal yang berbeda cukup berat dijalani. Ditodong traktiran saat kantong kering sering terjadi. Dikhianati dan di tikung (level kegagalan persahabatan yang paling nyelekit) juga banyak. Pfffttt. Bersahabat itu kata kerja. (Kalian yang ingin punya sahabat masih mau cari sahabat? Semakin akrab kalian, semakin sontoloyo persahabatannya 😂😂😂😂)
Ada loh temen sekelas saya yang sampai belajar bagaimana caranya berteman. Dia sampai survei, dsb. Menurut saya dia keren. Dia punya kemauan, memilih dan menerima konsekuensi 😈
Bersahabat itu ada rumusnya, sama seperti pencapaian lain. Sama seperti dapat rangking satu, mendapat beasiswa, mendapat pekerjaan yang diinginkan, menjadi terkenal, menjadi pahlawan, dll. Bagi saya bersahabat itu perjuangan, dan setiap perjuangan harus ada yang dikorbankan. Jika kita belum punya sahabat, mungkin memang kita tidak butuh atau tidak menginginkannya.
Sahabat itu tempat ternyaman untuk menjadi diri sendiri 🙂 Saat ini kalau aku sahabatku ya suamiku hehe.Nggak perlu ada jaim2an…
SukaSuka