Tuma’ninah

Tuma’ninah dalam sholat adalah berhenti sebentar. Dari satu gerakan ke gerakan lain, dari bacaan satu ke bacaan yang lainnya dianjurkan untuk melakukan tuma’ninah. Mengapa?

Mungkin karena antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya butuh pembeda, dari satu hal ke hal lainnya butuh pembiasaan dan renungan. Yang pasti dirasakan saat tidak ada tuma’ninah adalah kelelahan. Seperti tidak sadar tahu-tahu selesai. Seperti tidak sadar tak tahunya baru 3 rakaat padahal sedang sholat dzuhur. Seperti tidak sadar sudah berdiri lagi, padahal harusnya duduk tahiyat awal -.-

Pernah gak sih? Jujur saya pernah. Beberapa kali malahan, Astaghfirullah.. Padahal seharusnya waktu sholat adalah waktunya kita untuk merenung. Menyadari kembali sebenarnya apa yang kita lakukan di dunia ini untuk apa sih? Diciptakannya kita di dunia ini kenapa sih?

Sholat itu menurut saya seharusnya merupakan tuma’ninah hidup. Di saat seharian penuh bekerja mengejar target, setiap bangun pagi memikirkan target selanjutnya, langkah selanjutnya, inovasi selanjutnya, lalai dalam sholat membuat saya merasa lelah. Tiba-tiba stres dan frustasi, lalu baru sadar bahwa selama ini sholatnya gak kualitas (cuman gugur kewajiban) atau bahkan meninggalkan sholat sma sekali.

Memang sholat itu merupakan amalan yang sangat privat sekali, namun tak ada salahnya jika kita meminta lingkungan untuk mengingatkan. Dekat dengan teman-teman yang bisa menyadarkan tuma’ninah kita di dunia ini.

Karena harusnya kita sadar bahwa dunia hanya senda gurau. Hanya seperti pagi atau esok hari. Tak setetespun nikmat dunia bisa lebih membahagiakan daripada nikmat akhirat. Maka dari itu, jangan sia-siakan akhiratmu.

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

ameame's

Coming Very Soon

6 tanggapan untuk “Tuma’ninah”

Tinggalkan Balasan ke Marita Ningtyas Batalkan balasan