Dimulai dengan komitmen, diselesaikan dengan konsistensi

Komitmen adalah perjanjian atau kontrak.
Ia menjadi ada ketika kita telah memiliki tujuan dan ingin mencapai tujuan tersebut. Biasanya ketika ada komitmen, disana juga ada konsekuensi. Konsekuensi agar tujuan tercapai biasanya berhubungan dengan modal dan usaha yang dikeluarkan. Modal dan usaha ini bisa berbentuk materi maupun non materi. Akan banyak tenaga, fikiran, perasaan yang keluar dan dikorban.

Contoh semisal kita telah diterima di sebuah perusahaan menjadi seorang penulis dengan tujuan mendapatkan gaji yang besar. Ketika kita menerima kesepakatan/biasanya tanda tangan kontrak, maka sadar tak sadar saat itulah kita mulai berkomitmen. Akan ada jobdesk dan berbagai macam aturan agar tujuan kita tercapai. Dalam kondisi apapun, jobdesk yang telah kita terima harus di selesaikan. Tidak peduli cuaca sedang buruk, kita sedang malas dan alasan lainnya. Komitmen ini akan menuntun kita pada tujuan yang hendak dicapai (biasa juga disebut profesionalisme).

Dalam kondisi profesional juga butuh yang namanya konsistensi. Manusia dalam menghadapi realitas tak jarang merasa dan berfikir untuk berhenti. Merasa kekurangan modal, sudah mengeluarkan usaha maksimal namun tujuan tak kunjung tercapai.

Konsistensi dan komitmen akan mendorong manusia memikirkan bagaimana caranya agar tetap bisa berjalan pada “jalur” seharusnya. Dari sana muncullah berbagai macam problem solving. Entah itu refreshing sejenak, membuat kopi untuk menenangkan fikiran, dan sebagainya yanh intinya akan membuat kita kembali pada jalurnya

Komitmen dan konsistensi ini tak muncul dengan sendirinya. Manusia harus berlatih agar memiliki dua sifat ini.

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

ameame's

Coming Very Soon

Tinggalkan komentar