Telaga ngebel Hari-1

Telaga ngebel adalah sebuah telaga yang terletak di suatu tempat di jawa timur (dekat wilayah magetan). Suasana di sana masih dangat asri. Pagi dan sore hari masih ada embun yang berada di atas telaganya. Pemandangan matahari terbit dan terbenamnya juga keren abis. Warna keemasan dan semburat jingganya matahari sangat berkesan.

Saya pergi ke sana bertiga bersama Intan dan Iban. Dua sahabat baik saya. Perjalanan kami ke sana butuh perjuangan karena dimulai dari daerah ponorogo. Kami menyewa angkot hingga sampai telaga ngebel. Jika tidak salah, dari terminal Ponorogo ke telaga ngebel saat itu ongkos carter angkotnya sebesar 100 ribu rupiah (Tahun 2015).

Saat di angkot, kami berbincang bersama bapak sopir. Bapak sopir adalah orang yang ramah. Ia bercerita banyak tentang daerah tempat lahirnya tersebut. Pas pada sebuah cerita pak sopir bertanya “mbaknya udah punya pacar belum?” yang membuat saya dan Intan saling lohat-lihatan. Kami sama-sama menjawab bahwa kami sedang jomblo. Tidak disangka pak sopir memberikan doa-doa agat dimudahkan jodohnya.

Sesampainya di Telaga Ngebel, ada banyak penginapan yang dapat kita booking dengan harga yang sangat miring. Ivan waktu itu sehari semalam hanya 50 ribu rupiah. Dan saya bersama Intan berdua hanya 80 ribu rupiah.

Hal pertama yang kami lakukan di ngebel adalah mencari makan. Kami mencari tempat makan di pinggir telaga yang menghadap indahnya pemandangan telaga. Kami memesan ikan mas bakar. Dan rasanya sangat enaaaaak sekali Setelah kenyang makan, kami masih duduk-duduk di warung tersebut sambil menikmati indahnya senja.

Setelah makan, kami berjalan pulang dan menemukan earung yang menjual ular tangga dan ludo. Kami membeli permainan nostalgia masa kecil tersebut dan memainkannya di penginapan.

Setelah sampai penginapan kami hanya bermain ludo dan ular tangga karena saat itu suhu sudah semakin dingin. Ditambah dengan badan kami yang sudah lelah saat di perjalanan. Akhirnya kami main ludo dan ular tangga hingga tengah malam Ivan kembali ke kamarnya.

Bersambung…

Menunggu

Menunggu adalah sebuah kegiatan tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharapkan sesuatu akan terjadi. Banyak orang yang memganggap bahwa menunggu adalah hal yang paling memyebalkan. Hal ini karena biasanya menunggu adalah proses yang tidak pasti.

Sebenarnya, menunggu akan lebih produktif jika rentang waktu sebelum keinginan tersebut tercapai dengan mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat. Atau melakukan hal yang nantinya akan mempercepat proses sesuatu yang diinginkan tersebut terjadi.

Semakin besar kemungkinannya, semakin pasti wujud dari tujuan tersebut maka kegiatan menunggu akan semakin menyenangkan. Meskipun tidak menyenangkan, menunggu adalah sebuah kondisi yang akan membuat kita berharap. Dan jika harapan kita tercapai, tentu kita akan senang karenanya.

Karena tidak semua hal bisa datang dengan cepat sesuai dengan keinginan kita. Ada banyak hal yang harus kita tunggu agar ia tercapai. Maka dari itu, mulai dari sekarang cobalah belajar menunggu. Belajarlah bagaimana membuat sesuatu yang ditunggu tersebht menjadi sebuah kepastian sehingga hal ini tidak akan mengganggu.

Kondisi sabar dalam menunggu ini tentu akan sangat membantu dikemudian hari. Kondisi yang terlatih dalam menunggu ini tentu akan menjadi sebuah senjata suatu jari nanti. Karena, biasanya tangkapan besar bisa didapat saat sang pemburu bisa menunggu dan menunggu dengan sabar.

Mimpimu memang sempurna

Mimpimu memang sempurna.. Namun dunia tak selalu sempurna untukmu
Karena bukan cuman kamu yang berada di dunia. Banyak orang, banyak hal, banyak mimpi di setiap manusia, disetiap tempat dan disetiap waktu.

Jika mimpimu terasa begitu dekat lalu dengan secepat kilat menjauh tak rerlihat, mungkin itu karena kamu lebih sering mengumpat 🙈🙈🙈🙊 Tak jarang mantra “kadang hidup sebercanda ini” dengan ringisan dan seriangain menghiasi hari-hari.

Percayalah, dunia tak pernah bercanda sedikitpun. Dia berputar, beeputar, berputar, memiliki waktu. Menggilas siapa saja yang tak berlari dan menunggu mati
Dan yang paling penting kamu tak pernah sendiri.

Selalu ada mimpi manusia lain diantara mimpi-mimpimu. Seperti ribuan manusia dari sabang sampai merauke yang memperebutkan 14 kursi kementerian hukum.

Jika mimpimu tak pernah terwujud, mungkin usaha dan strategimu memang tidak lebih canggjh jika dibandingkan dengan yang lain. Mungkin mentalmu tak lebih baja dibanding yang lain.

Hay, Apa Kabar?

Hay, apa kabar? Terimakasih telah tumbuh bersama. Bukankah kita hebat? Telah melewati satu lagi fase kehidupan?
Terimakasih telah berbagi kudapan waktu
Apapun kejadiannya, memori yang teringat selalu menimbulkan senyum.

Kita pernah terjatuh bersama, kita merasakan sakit hati, kecewa, cinta dan harapan. Kita bertengkar, kita belajar memaafkan, kita tumbuh tangguh karna sering kali realitas tak sesuai harapan

Kalian pelajaran berharga untuk arti “keberadaan”. Tanpa sepatah katapun, hanya “ada”. Kadang tak perlu kata, hanya bahasa.

Waktu memang hebat, melesat tak peduli seberapa ingin kita tinggal
Namun, takkan ada yg ingin tertinggal bukan? Tumbuhlah, teruslah bertumbuh
Berbagilah waktu dengan dunia barumu
Semoga kelak, kau tak pernah ragu untuk duduk disampingku, bercerita tentang indahnya waktu

Teruntuk kalian
Manusia satu frekuensi
Yang tertawa tanpa dikordinasi

Gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan

Merencanakan adalah sebuah aktifitas yang dilakukan sebelum melakukan sesuatu untuk tujuan tertentu. Yang mana tujuan itu tidak langsung bisa didapatkan atau didatangi. Ada yang namanya langkah-langkah yang perlu dilakukan. Jika tidak direncanakan, maka akan ada banyak hal tak terduga yang membuat tujuan kita gagal tercapai.

Aktifitas merencanakan tidak terlepas dari aktifitas berfikir. Hal ini karena masalah yang “terlihat” saat merencanakan seringkali harus membuat kita memutar otak sehingga bisa diselesaikan. Semakin jauh tujuannya, semakin besar sesuatu yang diinginkan, harus semakin banyak pula variabel yang dipertimbangkan dalam perencanaan.

Walau sudah merencanakan pun tak berarti tujuan atau keinginan kita otomatis tercapai. Karena, ada masalah yang baru bisa terlihat saat kita sudah melangkah menjalankan rencana tersebut. Maka dari itu, sebuah rencana haruslah fleksibel.

Fleksibel di sini artinya bisa mengikuti keadaan dengan tujuan yang tetap sama. Mungkin kamu akan memulai kembali, mungkin kamu akan memutat jalan lebih jauh lagi, namun memang itjlah jalannya. Jangan sampai ketika ditengah-tengah jalan yang sudah kita jalani malah berhenti karena ada masalah yang tidak terduga.

Biasanya tujuan yang jauh atau indah memang banyak hal tidak terduganya karena akan ada banyak orang yang menginginkannya. Masalah yang tidak terduga juga bisa jadi karena kita baru pertama kali melewati jalan itu. Dengan segenap usaha yang telah kita lakukan, semoga tujuan yang telah kita rencanakan segera tercapaoi.

Aamiin ya rabbal alamiin

Hidup

Dalam KBBI maksud dari kata hidup adalah masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya. sedangkan bekerja sebagaimana mestinya memiliki arti melakukan sesuatu yang semestinya atau sebenarnya. lain lg dengan manusia itu sendiri memiliki arti makhluk yg berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).

Maka saya menyatukan pengertian KBBI dari manusia yang hidup adalah makhluk berakal budi (mampu menguasai makhluk lain) yang masih terus ada dan melakukan sesuatu yang semestinya.

Apa itu SESUATU YANG SEMESTINYA ?? apa hanya bernafas ? ternyata tidak. Dalam (Qs. 23:115) Allah swt berfirman “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”

Maka ketika manusia yang bernafas itu tadi tidak melakukan SESUATU YANG SEMESTINYA dari tujuan diciptakannya manusia itu sendiri, dia dapat dikatakan mati!!

Dalam Qs. Al-Baqarah ayat 30 Allah memberitahu kita bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi. Dan pada ayat selainnya dikatakan bahwa jin dan manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah swt.

Maka dari itu, manusia dapat dikatakan hidup jika ia beribadah kepada Allah dwt dan menjadi khalifah di muka bumi ini.

Hidup

Dalam KBBI maksud dari kata hidup adalah masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya. sedangkan bekerja sebagaimana mestinya memiliki arti melakukan sesuatu yang semestinya atau sebenarnya. lain lg dengan manusia itu sendiri memiliki arti makhluk yg berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).

Maka saya menyatukan pengertian KBBI dari manusia yang hidup adalah makhluk berakal budi (mampu menguasai makhluk lain) yang masih terus ada dan melakukan sesuatu yang semestinya.

Apa itu SESUATU YANG SEMESTINYA ?? apa hanya bernafas ? ternyata tidak. Dalam (Qs. 23:115) Allah swt berfirman “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”

Maka ketika manusia yang bernafas itu tadi tidak melakukan SESUATU YANG SEMESTINYA dari tujuan diciptakannya manusia itu sendiri, dia dapat dikatakan mati!!

Dalam Qs. Al-Baqarah ayat 30 Allah memberitahu kita bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi. Dan pada ayat selainnya dikatakan bahwa jin dan manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah swt.

Maka dari itu, manusia dapat dikatakan hidup jika ia beribadah kepada Allah dwt dan menjadi khalifah di muka bumi ini.

Perpisahan

Dik, dari kelulusanmu kamu bisa belajar tentang perpisahan. Perpisahan mengajarkanmu menyiapkan. Karena yang paling sakit saat berpisah bukan mereka yang tinggal, dan bukan juga mereka yang meninggalkan.

Yang merasakan sakit paling dalam adalah mereka yang tidak siap. Terkungkung oleh masa lalu. Tiba-tiba semua berubah, tapi kau merasa tetap sama. Maka dari itu, hari ini kau harus selalu ingat bahwa hakekat hidup selalu berubah. Semuanya datang dan pergi silih berganti.

Kau harus tumbuh, harus berkembang. Semakin hari semakin baik. Setiap hari selalu evaluasi. Semoga untuk awal yang baru ini kita bisa lagi melewatinya Percayalah hari ini hanya seperti gigi yang copot. Sehari, seminggu, sebulan akan terasa aneh.. Mengganjal, namun selanjutnya kita akan terbiasa.

Setelah perpisahan akan ada keadaan baru. Keadaan ini seperti memulainya dari awal. Kamu harus mulai merencanakan hal selanjutnya. Beradaptasi dengan keadaan yang telah berubah.

Jika perencanaan dan strategimu berhasil, kau akan menjadi dewasa. Jika belum berhasil, kau juga akan menjadi dewasa. Karna apa yang kau jalani sekarang adalah sebuah pembelajaran. Sebuah tahapan yang nantinya akan terus berlanjut.

Jalan ini tak pernah mundur dek. Jika tidak maju, maka kita terjatuh.

Teruntuk hujan, Aku memang congkak

Hai hujan
Kau tak tahu kan?
Kau sudah tidak ingin tahu lagi kan?
Membiarkanku sendiri disini
Menertawakanku yang sudah lama tak kau temani lagi

Mungkin karena sikapku waktu itu
Tak apa, toh aku juga tak pernah benar-benar mengharapkanmu
Untuk apa aku berharap bahwa kau akan ada disampingku lagi
Toh ceritanya akan sama lagi
Kau takkan pernah benar-benar ada
Kau akan selalu pergi lagi

Aku tak pernah berharap kau ada di sini lagi
Nikmati saja duniamu kini
Tak perlu lagi disakiti
Tak perlu lagi diam-diam merintih

Aku bisa tanpamu
Aku bisa menanggung semuanya tanpa hadirmu
Ya, aku memang secongkak itu
Kau sudah tahu dari dahulu
Kau saja yang selalu berusaha meyakiniku
Seolah-olah mau berbagi beban denganku
Namun apa? Kenyataannya apa? Kau sama saja dengan pendahulumu
Kalian sama-sama tak bisa menanganiku
Menyerah bersama patahnya hatiku

Lalu apa?
Kau ingin aku meminta apa?
Kau ingin aku mengemis untuk ditemani?
Kau ingin aku memohon agar kau selalu bisa menyembuhkan hatiku yang tersakiti?
Sungguh aku takkan pernah sudi..

Sudah ku bilang dari dahulu
Bahwa kau takkan bisa menanganiku
Bahwa kau takkan kuat bersamaku
Jadi, pergi saja
Karena aku takkan pernah memintamu untuk kembali

Kalah sekaligus menang

Pernah kan melakukan sesuatu yang sudah luuamaa lalu ketemu tenggat waktunya tapi pengerjaannya terasa belum maksimal, lalu dikumpulkan.

Berasa menang karena sudah berhasil melawan semua halang rintang dan akhirnya dikumpulkan. Sekaligus kalah karena terasa tidak maksimal pengerjaannya dan benar-benar tak tahu hasil akhirnya sukses atau gagal. Badan kek melayang, palak nyut-nyutan, jantung deg-degan.

Mungkin gitu kali ya rasanya sakaratul maut? Tenggat waktu, batas akhir kehidupan. Perasaan menang sekaligus kalah. Eh, Mungkin perasaan menang cuman untuk orang yg mempersiapkannya deng 😅 kalo orang yang sedari awal gak pernah mempersiapkan kematiannya, yakin bisa merasa menang dan berharap batas akhir itu segera datang?

Semua ujian ada standart, namanya ujian keknya jarang deh yang mudah. Kecuali kalo kita sering berlatih. Atau model soalnya dengan kesenangan yg menipu 😂

Hmm, sebenarnya cuman mau bilang jangan lupa persiapkan batas akhir ujianmu sih, agar setidaknya ada perasaan menang (akhirnya gua mati juga, akhirnya gk usah susah payah lagi menahan kesakitan, kesedihan, keperihan dunia dan perbuatan dosa untuk bisa masuk surga nih *sambil berlinang air mata bahagia harap-harap cemas di akhir usia sakaratul mautnya). Jangan sampai semuanya adalah penyesalan. Baru sadar kalo dunia itu cuman sementara dan neraka itu beneran ada 😂😂😂😂😂