Telaga ngebel adalah sebuah telaga yang terletak di suatu tempat di jawa timur (dekat wilayah magetan). Suasana di sana masih dangat asri. Pagi dan sore hari masih ada embun yang berada di atas telaganya. Pemandangan matahari terbit dan terbenamnya juga keren abis. Warna keemasan dan semburat jingganya matahari sangat berkesan.
Saya pergi ke sana bertiga bersama Intan dan Iban. Dua sahabat baik saya. Perjalanan kami ke sana butuh perjuangan karena dimulai dari daerah ponorogo. Kami menyewa angkot hingga sampai telaga ngebel. Jika tidak salah, dari terminal Ponorogo ke telaga ngebel saat itu ongkos carter angkotnya sebesar 100 ribu rupiah (Tahun 2015).
Saat di angkot, kami berbincang bersama bapak sopir. Bapak sopir adalah orang yang ramah. Ia bercerita banyak tentang daerah tempat lahirnya tersebut. Pas pada sebuah cerita pak sopir bertanya “mbaknya udah punya pacar belum?” yang membuat saya dan Intan saling lohat-lihatan. Kami sama-sama menjawab bahwa kami sedang jomblo. Tidak disangka pak sopir memberikan doa-doa agat dimudahkan jodohnya.

Sesampainya di Telaga Ngebel, ada banyak penginapan yang dapat kita booking dengan harga yang sangat miring. Ivan waktu itu sehari semalam hanya 50 ribu rupiah. Dan saya bersama Intan berdua hanya 80 ribu rupiah.
Hal pertama yang kami lakukan di ngebel adalah mencari makan. Kami mencari tempat makan di pinggir telaga yang menghadap indahnya pemandangan telaga. Kami memesan ikan mas bakar. Dan rasanya sangat enaaaaak sekali Setelah kenyang makan, kami masih duduk-duduk di warung tersebut sambil menikmati indahnya senja.
Setelah makan, kami berjalan pulang dan menemukan earung yang menjual ular tangga dan ludo. Kami membeli permainan nostalgia masa kecil tersebut dan memainkannya di penginapan.
Setelah sampai penginapan kami hanya bermain ludo dan ular tangga karena saat itu suhu sudah semakin dingin. Ditambah dengan badan kami yang sudah lelah saat di perjalanan. Akhirnya kami main ludo dan ular tangga hingga tengah malam Ivan kembali ke kamarnya.
Bersambung…