Quarter crisis of life

Cuman pengen sharing sedikit sama temen-teman yang lagi ada pada tahapan usia quarter crisis of life, kalo kamu harus sadar bahwa sedang berada di posisi tersebut. Kenapa harus disadari? Karena ada banyak bahan bacaan yang bisa kamu jadikan rujukan untuk melewati “tantangan” tahapan usia ini.

Ada banyak buku-buku psikologi, sharing di youtube, instagram, facebook, spotify, dan media sosial lainnya yang bisa membimbingmu untuk segera stabil menjalani hidup. Mencari bantuan kepada orang yang ahli atau bacaan yang kredibel untuk masalahmu sekarang adalah solusi yang tepat.

Saya rasa hampir semua orang merasakan hal yang sama pada tahapan ini.
Hal tersebut terjadi karena kita sudah mulai dianggap dewasa, secara fisik dan psikis sudah siap untuk bertanggung jawab pada diri sendiri, bisa jadi juga harus bertanggung jawab untuk keluarga. “Tantangan” pada masa ini juga tidak melulu berasal dari eksternal. Bisa juga berasal dari internal diri sendiri

Contohnya sekarang kita semakin banyak keinginan seperti target karir, gaji, pertemanan, lingkungan, hobi, mengembangkan kemampuan, bahkan pasangan, dan yang serupa lainnya.
Sayangnya, keinginan yang mulai diwujudkan satu persatu ini sering sekali mandeg di tengah jalan. Salah satu masalah yang paling sering ditemukan adalah kurangnya “kemampuan” 🙈🙈🙈🙈

Jika kurang kemampuan maka solusinya tentu saja membuat diri semakin mampu bukan? Maka dari itu carilah referensi, orang ahli, atau siapa saja yang menurutmu kredibel dan bisa membantu membuatmu mampu. Bukan malah menyalahkan keadaan lalu menyakiti orang lain secara membabi buta.
Sungguh tidak nyambung sama sekali jika bersikap seperti itu.

Sama seperti pohon ini, jika dia layu karena kekurangan air maka berilah air dan jika dia tidak berbuah karena kekurangan vitamin berilah pupuk. Bukan malah membabi buta menghancurkan pohon ini karena merasa sudah tidak bermanfaat lagi. Toh sama dengan perilaku buruk yang kita perbuat, pada akhirnya juga akan merugikan diri kita sendiri.. Selamat hari jumat 😊😊

Lebih sulit menjadi orang lain

Hay dik, banyak yang bilang ingin hidup menjadi orang baik itu sulit. Namun menurutku keinginan untuk hidup seperti orang lain lebih sulit. Selagi muda, carilah kompas, milikilah standart, gali terus ilmu, perbanyaklah pengalaman. Selagi muda, belajarlah siang malam, fahamilah hakikat kebahagiaan.

Perbanyak pengetahuanmu, belajarlah dari dalam dan luar ruang kelasmu. Amatilah lingkunganmu baik yang tampak maupun yang hanya bisa kau rasakan Agar kelak, sejungkir balik apapun hidupmu, seekstrim apapun hal yang menimpamu, kau tetap memijak bumi dan menjunjung langit.

Agar kelak, miskin harta takkan menjadikanmu kufur nikmat. Kaya raya takkan menjadikanmu manusia setengah dewa.

Hay dik, ingin hidup seperti orang lain itu lebih sulit daripada ingin menjadi orang baik. Karena definisi baik bisa kau pelajari dari kitab sucimu. Sedangkan orang lain ada banyak di sekitarmu.

Tahanlah derita di usia mudamu dik, agar bahagiamu kelak tak sebatas perkataan orang lain. Habiskanlah kegagalan di masa mudamu dik, agar ketika dewasa kau tak perlu lagi beradaptasi dengan rasa gagal. Kelak kau hanya perlu belajar bagaimana menjadi sukses.
.
#meamebersabda

Hay you

Teruntuk kamu, yang “telah berada di masa depan”. Mohon bersabar, setiap proses di dunia ini butuh waktu. Mungkin kamu telah sampai pada tujuanmu. Karena sudah a pasti b lalu c tidak mungkin d apalagi e. Kamu memang telah berada di masa depan, karena sifatmu yang imaterial.

Namun kamu tak hanya satu, kamu melekat pada kefanaan. Pada zat yang menempati ruang dan waktu. Setiap yang menempati ruang dan waktu terikat hukum-hukum kepastian. .
Jatuh ke bawah, naik ke atas, masuk ke dalam, keluar ke luar 😴😴😴

Simple saja.. jika manusia diuji, tandanya akan naik kelas. Taukah? Tiap kelas beda latihannya? Tiap ujian beda soalnya? Tiap tingkatan beda “rasanya”?

Jangan lupakan yang satu ini. Karena kamu yang ada di masa depan, kadang lupa bahwa a+b=c berbeda rasa dengan a+c=d. Seperti tinggal di Indonesia dengan musim hujan dan musim kemarau (😅), pasti akan berbeda rasanya dengan tinggal di eropa yang memiliki 4 musim. Setiap bergantinya musim, pasti ada yang namanya adaptasi toh? Seperti raga, jiwapun butuh hal itu.

Ya Allah, Semoga di setiap perubahan yang pasti datangnya itu, diri ini tetap waras dan mengabdi.. Aamiin yra 🙏🙏

#meamebersabda

Penjelasan

Orang bijak zaman dahulu mengatakan “ada 3 orang yang tak bisa dinasehati: 1. Orang yang sedang jatuh cinta. 2. Orang gila. 3. Orang mati”. Lalu akhir-akhir ini ada tipe orang ke-4, yaitu orang yang dukung Capres (😆✌).

Eits eits, hehee, maaf yach saya sedang tidak ingin membahas politik. Hanya saja akhir-akhir ini saya sedang bimbang untuk melakukan penjelasan, atau membiarkannya saja (karena saya merasa aneh aja “kenapa sih harus ngejelasin ke orang lain? Seakan-akan apa yang saya lalukan itu salah, tidak atas dasar perhitungan baik-buruk”).

Dalam setiap perilaku, manusia (disadari/tdk) pasti punya standart dong ? Sepeti merampok, berbohong, membunuh, memfitnah itu buruk. Sedangkan membantu orang lain, jujur, ramah, sopan itu adalah baik.

Tapi dalam berperilaku, sering kali “tak semudah itu”. Contoh seperti pada kisah Umar. Umar pernah tidak menghukum orang yang mencuri. Mengapa? Karena a b c d kehidupan. Contoh lagi? Nabi khidir membolongi kapal nelayan miskin dan membunuh seorang anak.

Lalu apa? Jadi jelaskan atau tidak? .
Nah, ternyata “menjelaskan” itu perilaku juga kan yah? Kata kerja gitu loh.. Berarti, dalam menjelaskanpun harus ada perhitungan, ada standart kapan harus menjelaskan, kapan harus menyimpan sendiri saja. Standart kepada siapa kita menjelaskanpun harus di perhatikan. .
Hati-hati.. Menjelaskan di waktu yang salah, atau tempat yang salah justru berbahaya.. Contoh nih ya, di instagram menyampaikan bahwa kita sedang sakit dan sendirian di kosan. Inginnya sih, agar doi peka gitu. Eh tp malah ternyata ada perampok yang memanfaatkan kesakitan kita untuk merampok. Beeuuuh, kan jadinya mudharat.. Naudzubillah min dzalik.

Legenda Pulau Kemaro (diedit untuk keperluan ODOP 7)

Berikut Cerita Rakyat Legenda Pulau Kemaro yang terkenal di masyarakat Sumatera Selatan. Pada zaman Kerajaan Sriwijaya, ada seorng raja yang bijaksana.
Raja yang bijaksana tersebut memiliki seorang anak perempuan yang cantik jelita bernama Siti Fatimah.
Suatu hari datanglah rombongan saudagar kaya raya dari tanah tiongkok yang dipimpin oleh Tan Bun An.

Rombongan tersebut datang dengan niat untuk melakukan pelesir menikmati keindahan tanah Sriwijaya.
Karena kecantikan Siti Fatimah, suatu hari Nakhoda kapal memberikan usul kepada Tan Bun An untuk menemui anak Raja yang Bijaksana tersebut. Rombongan Tan Bun An datang dengan arak-arakan barongsai yang meriah menuju istana.
Mendengar kehebohan di depan istana, Siti Fatimah akhirnya keluar untuk melihat rombongan tersebut.

Fatimah terkesan dengan arak-arakan itu dan ingin bertemu dengan pimpinan rombongan. Akhirnya Tan Bun An dan Siti Fatimah bertemu, saat bertemu tersebut tumbuhlah benih-benih cinta di antara ke duanya. Pada akhirnya Raja mengetahui hubungan mereka dan memanggil Tan Bun An untuk menghadap.

Saat menghadap Raja, Tan Bun An mengungkapkan isi perasaannya terhadap Siti Fatimah kepada Raja. Mendengar pengakuan Tan Bun An, Raja memberikan dua syarat kepadanya. Yang pertama mereka berdua harus tinggal di negeri ini, dan yang kedua Tan Bun An harus menyerahkan emas sebanyak sembilan guci.

Untuk syarat pertama Tan Bun An menyanggupinya karena sudah kepalang jatuh cinta kepada Siti Fatimah.
Lalu Tan Bun An mengirimkan burung merpati pos kepada orangtuanya di tanah Tiongkok untuk meminta emas sebanyak sembilan guci.

Beberapa hari kemudian datanglah balasan dari orangtua Tan Bun An yang menyetujui permintaan anaknya.
Untuk menghindari pencurian oleh perompak, orangtua Tan Bun An memasukkan sayur-sayuran busuk di atas guci yang berisi emas.

Namun setelah kapal dari orangtua Tan Bun An sudah sampai ke dermaga kerajaan, Tan Bun An marah besar karena hanya menemukan sembilan guci berisi sayuran busuk. Tan Bun An marah besar kepada orangtuanya sehingga membuang guci-guci tersebut ke Sungai Musi.
Saat guci kesembilan hendak dilempar, Tan Bun An terpeleset jatuh lalu gucinya pecah.

Melihat guci yang sudah pecah belah dan ternyata berisi emas, ia kaget dan menyesal karena ternyata di balik sayur-sayuran yang busuk tersebut terdapat banyak emas yang dimintanya. Tan Bun An hendak terjun ke Sungai Musi untuk mengambil emas-emas tersebut, namun Siti Fatimah mencegahnya. Fatimah tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada Tan Bun An. “Harta bisa dicari lagi, namun kamu tidak bisa terganti”.

Dengan berat hati akhirnya Tan Bun An mengikuti keinginan Fatimah tersebut.
Tan Bun An dan Siti Fatimah akhirnya menghadap ke Raja yang bijaksana tersebut, menyampaikan bahwa hanya ada satu guci yang berisi emas. Sang Raja menolak Tan Bun An sebelum ia bisa memenuhi keinginan raja. Tan Bun An tidak patah semangat. Ia berjanji kepada Raja dan Siti Fatimah untuk mendapatkan 8 guci emas lagi.

Selama setahun lebih Tan Bun An berdagang. Ia bekerja keras siang malam untuk membuktikan rasa cintanya kepada Siti Fatimah. Fatimah pun dengan sabar dan setia mensupport Tan Bun An. Akhirnya tepat setelah satu tahun insiden pembuangan 8 buah guci emas, Tan Bun An sudah bisa mendapatkan emas sebanyak 8 guci lagi.

Akhirnya Tan Bun An dan Siti Fatimah direstui, menikah dan hidup bahagia bersama 9 orang anak mereka.

Cerita rakyat Legenda Pulau Kemaro ini telah diubah oleh penulis untuk mengikuti tantangan pekan ke 4 ODOP 7

Rencana

Dulu waktu masih pelajar atau mahasiswa, hidup tanpa rencana bukan hal yang sulit. Namun sekarang jangan coba-coba. Sedikit saja keluar dari rencana semuanya bisa ambyar.

Semakin dewasa semakin merasa punya banyak tanggung jawab. Memang tidak dapat dipisahkan dari peran perasaan. Entah ini logis atau tidak. Tapi, bukan kah hati nurani itu tidak selalu salah? Bisa saja itu cara kerja intuisi. Tinggal dilatih saja untuk mengendalikan perasaan yang berlebihan.

Dulu waktu nonton film The Good Doctor pernah berfikir “kok bisa ya mereka sesantai itu saat ada orang lain yang dalam keadaan darurat?”. Sekarang kayak lebih faham dan “memaklumi” hal tersebut. Karena memang sekarang lebih faham bahwa tidak semua hal dapat diselesaikan saat itu juga.

Memang ada saatnya “menunggu”, bersabar karena memang itu prosesnya. Seperti saat kira terjatuh lalu terluka. Ketika itu sudah terjadi, maka rasa sakit saat proses penyembuhan itu memang harus di tanggung. Tidak bisa langsung sembuh sekejap mata tanpa merasa kan sakitnya.

Begitu pun dengan hidup ini. Tidak ada keinginan yang tinggi bisa terwujud dalam sekejap. Untuk hal yang sederhana sekali pun harus ada prosesnya. Bahkan suatu saat memang ada sesuatu yang “di luar kendali” hingga membuat kita pasrah.lebih tepatnya bertawakal setelah melakukan hal yang maksimal.

Dan saat sudah menyelesaikan sesuatu dengan maksimal pun tidak mesti tujuan tersebut tercapai. Bisa jadi hasilnya adalah kecewa karena merasa dicurangi atau disalip dengan tidak sehat. Namun itulah proses. Memang tak ada yang mudah sedikitpun.

Jika melihat orang lain “sepertinya lebih mudah”, percayalah bahwa itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri. Karena setiap orang punya jalannya masing-masing.

18 Harap Tenang

Sssssttttt, harap tenang.. Tak usah banyak bicara, lakukan saja. Wujudkan mimpimu. Jalanilah hidupmu. Buat pilihan, berkomitmenlah, lalu konsisten. Jangan banyak alasan, jangan merengek, jangan membela diri.

Telan saja asam garam kehidupan (Sesuatu yang tidak membunuhmu, akan membuatmu lebih kuat #adam). Teruslah berjalan, merekapun begitu, melewati banyak masalah seperti dirimu. Mereka akan muak mendengar alasan-alasan tanpa hasilmu.

Selalu banyak pilihan diawal perjalanan, namun pilihanmu harus dibayar dengan konsekuensi yang selalu ada. Maka perhitungkanlah pilihanmu.

Toh perjalanan ini tak selalu pahit. Semakin lapar dirimu, semakin nikmat ketika mendapatkan makan. Semakin letih badanmu, semakin nyenyak tidurnya. Banyak hal-hal kecil yang dapat membuat tersenyum dan merasa bahagia.. Jangan tutup matamu, bersyukurlah 😊

Kata Jack ma, ketika kau bukan siapa-siapa perkataanmu seperti kentut. Ketika kau menjadi “siapa-siapa”, bahkan kentutmu menjadi inspirasi.

Ini tentang perjalanan, tentang bagaimana membangun zona nyaman

Yang membedakan makhluk hidup dengan benda mati adalah gerak. Manusia, hewan dan tumbuhan bergerak. Gerak adalah berpindah (gerak apa yg tidak berpindah tempat? cmiiw).

Tempat baru, orang-orang baru, bahasa baru, cuaca baru, cita rasa baru, dan baru-baru lainnya. Selama ini slogan yang laku adalah “keluar dari zona nyaman”. Karena zona nyaman identik dengan stagnansi, kemalasan, gitu-gitu aja, dan pandangan negatif lainnya.

Namun bagi sebagian orang yang banyak “bergerak”, zona nyaman sepertinya perlu dibangun. Zona nyaman disini pastinya yang bisa dibawa-bawa (karena kan orangnya suka berpergian 😁).

Mulai dari sesuatu yang berwujud seperti selimut kesayangan, boneka kesayangan, buku, makanan kesukaan, dll. Hingga yang tak berwujud, passion misalnya? Idealisme? Atau apalah yang membuat nyaman.

Hal ini agar ketika berpindah, kita tidak menjadi gila. Tak memulai semuanya dari nol. Bingung harus berperilaku seperti apa, apakah ini baik atau buruk. Hal ini juga agar mau dimanapun kita berada, kita selalu bisa “pulang”. Itu lah mengapa “home sweat home bukan house sweat house” kan ????

Curhat

Curhat atau curahan hati adalah kegiatan menceritakan keluh kesan atau apapun yang ada difikiran kepada orang lain. Kegiatan ini seringkali dianggap negatif bagi sebagian orang. Namun tau kah anda bahwa tidak semua curhatan bernilai negatif atau buruk?

Karena curahan hati ini dapat menjadi”obat” dan memberikan jalan keluar bagi sebagian masalah. Dengan menyuarakan apa yang sedang ada didalam kepala kepada orang lain akan membantu kita melihat masalah tersebut dari sudut pandang berbeda. Mungkin dari sudut pandang tertentu masalah tersebut tidak terpecahkan, namun dari sudut pandang yang lainnya masalah itu mudah untuk dipecahkan.

Namun dalam curhat, kita juga harus melihat siapa orang yanh kita curhati. Jangan sampai aktivitas curhat ini malah menambah masalah, bukan malah menyelesaikan masalah. Karena sebagian orang hanya ingin tahu, tidak benar-benar ingin peduli.

Lalu siapa orang yang tepat itu? Pertama adalah orang yang ahli. Misal anda punya masalah keuangan, maka curhatlah dengan pakar keuangan. Lalu jika anda memiliki masalah dengan handphone, maka pergilah ke tukang servis hp. Atau untuk masalah hidup yang sudah masuk dalam standart rumit, anda bisa langsung curhat ke paikolog.

Curhat kepada orang yang salah bisa jadi menimbulkan masalah baru. Contoh gigi anda sedang sakit, namun anda pergi ke teknisi. Tentu masalah gigi anda ini tidak akan selesai. Atau anda lapar, namun anda pergi ke salon. Lebih parah lagi jika anda memiliki masalah keuangan namun pergi ke dukun. Bisa jadi solusi anda itu justru menambah masalah nantinya.

Meluangkan waktu, bukan waktu luang

Sering banget deh saya berkata “iya nanti kalo waktunya luang”. Nyatanya, waktu luang tidak akan pernah ada jika tidak diluangkan. Seharusnya untuk sesuatu yang penting, kita tidak boleh melakukannya di waktu luang. Justru kita harus meluangkan waktu. Tapi gatau deh kalau itu memang tidak penting.

Sesuatu yang tidak penting pasti selalu mendapat prioritas terakhir, yang pada akhirnya tidak akan pernah terwujud sama sekali. Apalagi jika sudah kalah dengan urusan perut atau urusan dapur keluarga. Semua hal menjadi tidak mungkin dicapai karena kebutuhan sepeti sudah menghabiskan banyak waktu dan tenaga.

Tapikan untuk mendapatkan sesuatu, kita harus berkorban dulu untuk itu. Gak bis dong ingin sesuatu tapi hanya goyang-goyang kaki di rumah. Atau menginginkan hasil yang berbeda tapi tetap melakukan cara yang sama.

Jika memang itu penting, maka akan dapat prioritas awal. Bahkan jika sudah tidak ada waktu, akan ada hal lain yang dikorbankan. Begitulah hukumnya dari dulu. Bahkan kadang ada dua hal yang benar-benar tidak bisa dipilih salah satunya, sehingga harus menurunkan kualitas pengerjaan.

Maka dari itu, selagi ada waktu dan tenaga, jika memiliki sesuatu yang berharga luangkanlah waktumu. Jangan menunggu waktu luang dulu baru menjalankan rencana tersebut (dipastikan tidak terlaksana terus sampai tahun monyet).